Menhub Jonan 'Buruk Muka Cermin Dibelah' - MEDIA ONLINE

Hot

Friday, January 9, 2015

Menhub Jonan 'Buruk Muka Cermin Dibelah'

Ignasius Jonan

JAKARTA - Kebijakan Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan diibaratkan buruk muka cermin dibelah, dimana ketidakmampuan dia mengawasi dan membuat manajemen pengawasan keselamatan, sehingga terjadinya suatu accident penerbangan, tetapi justru malah konsumen yang dikorbankan.

Demikian disampaikan mantan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Indah Sukmaningsih, kepada wartawan, menanggapi pencabutan low cost carier atau biaya penerbangan murah, di Jakarta, Jumat (9/1/2014).

"Sekarang, apakah penerbangan dengan tarif yang diberlakukan baru ini, bisa menjamin keselamatan dan paling aman," tukasnya. Menurut Indah, jika alasannya penerbangan berbiaya murah itu tidak menjamin keselamatan, hal itu merupakan keputusan yang ceroboh dari Menhub Jonan.

"Masalah keselamatan bukan hanya harga murah. Seharusnya dia (Jonan) berkaca, apakah standar pengawasan sudah sempurna dilakukannya," kata Indah.

Seperti diketahui, low cost carrier adalah penerbangan dengan biaya rendah atau sebuah maskapai penerbangan yang menyediakan harga tiket pesawat dengan harga terjangkau dengan mengurangi beberapa layanan umum bagi penumpang pesawat seperti layanan catering, minimalis reservasi sehingga menekan biaya cost penerbangan dan harga nya dapat dijangkau oleh masyarakat luas.

Kebijakan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan untuk membatasi tarif batas bawah bagi maskapai low cost carrier atau maskapai penerbangan murah, mendapat banyak kritikan. Banyak maskapai penerbangan yang menjerit, sehingga nantinya dikhawatirkan akan mengurangi standar keselamatan.

Jonan menegaskan bahwa istilah LCC tidak ada dalam aturan penerbangan. Dia menjelaskan, LCC hanya ada untuk istilah komersial saja, seperti dilansir aktual.co.

"Saya juga tidak mengenal LCC, kalau misalnya ditanyakan kenapa 40 persen. Tujuannya membantu supaya semua airline punya ruang keuangan yang cukup untuk mempertahankan pelayanan, keselamatan dan safety," ujar Jonan. (*)


Post Top Ad