![]() |
| Trimedya Pandjaitan |
JAKARTA -
Pelantikan Jan Darmadi sebagai dewan pertimbangan presiden (Wantimpres)
menuai kritik. Sebab, Jan Darmadi yang juga politisi partai Nasional
Demokrat (Nasdem) ini pernah dituduh sebagai bandar judi.
Ketua
DPP PDIP bidang Hukum, Trimedya Pandjaitan, mengungkapkan, pemilihan
wantimpres menjadi hak penuh dari Presiden Joko Widodo. Menurut
Trimedya, penunjukan Jan Darmadi sudah melalui penyaringan yang ketat.
Meskipun, kata dia, manusia tidak ada yang sempurna.
"Tapi dari 'angle' lain, dia pengusaha sukses," kata Trimedya di kompleks parlemen, Selasa (20/1).
Wakil
ketua komisi III ini menambahkan, latar belakang Jan Darmadi adalah
soal lain. Yang pasti, Jokowi sudah menunjuk politisi Nasdem itu sebagai
salah satu wantimpres, seperti dilansir Republika.
"Yang penting dia bisa beri pertimbangan atau tidak ke Presiden," imbuh Trimedya.
Sebelumnya, Sosiolog
Universitas Indonesia, Thamrin Amal Tomagola mempertanyakan kebijakan
Presiden Jokowi soal pengangkatan Dewan Pertimbangan Presiden
(Wantimpres). Bukan sembilan Wantimpres yang dipermasalahkannya,
melainkan satu orang saja.
"Oh Jokowi, Kalla, Mega dan Palloh,
bencana apa lagi yg ingin kalian timpakan atas bangsa ini? Bos judi
PENASEHAT PRESIDEN?" katanya melalui akun Twitter, @tamrintomagola, Senin (19/1/2015).
Ketika
ditanya akun @Anjani202, siapa sosok yang dimaksud? Thamrin dengan
lugas menjawab Jan Darmadi. "Jan Darmadi alias Apiang," katanya. Jan
Darmadi dikenal sebagai pendiri Sumbangan Dana Sosial Berhadiah (SDBS)
yang nyatanya merupakan kedok ajang judi. (*)
