![]() |
| Tauhidi |
LAMPUNG - Saat ini, pembangunan jalan tol trans Sumatera ruas Bakauheni-Terbanggi Besar, Lampung masih dalam tahap konsultasi publik terhadap pemilik tanah atau lahan, yang terkena proyek jalan tol tersebut, yang sudah dilakukan ground breaking oleh Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.
Dua tim persiapan pembebasan lahan tol (PPLT) Pemprov Lampung, masih menggelar konsultasi publik dan menargetkan selesai pada 29 Juni 2015 mendatang.
Ketua Tim I PPLT, Tauhidi, mengatakan saat ini pihaknya masih mengejar target untuk menyelesaikan tahapan konsultasi publik di masing-masing wilayah.
"Target 29 Juni (konsultasi publik) selesai, lalu penetapan lokasi (Panlok)," kata Tauhidi, yang juga Asisten I Pemprov Lampung, seperti dilansir dari Republika pada Jumat (26/6/2015).
Tim I PPLT menangani jalur tol Tegineneng (Pesawaran)-Terbanggi Besar (Lampung Tengah). Sedangkan Tim II PPLT menangani jalur Bakauheni-Tegineneng. Tim I masih menyisakan tahapan konsultasi publik satu panlok.
Jika selesai, kata Tauhidi, pihaknya menetapan Panlok dan diserahkan ke gubernur, lalu diteruskan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Menurut dia, selesai diserahkan lalu tim apraisial akan turun melakukan penilaian harga lahan warga yang terkena proyek tol. Proses ganti rugi lahan bergantung dengan harga pasaran tertinggi di kawasan tersebut, dan tidak berdasarkan nilai jual objek pajak (NJOP).
"Harga ganti rugi, tidak boleh lebih rendah dari harga pasaran," jelas Tauhidi. (*)
