LAMPUNG - Kerap dilalui truk yang melampaui kapasitas beban, jalan rute Bandar Jaya menuju Mendala, Kecamatan Bandar Mataram, Lampung Tengah, Provinsi Lampung, yang menghubungkan jalan Lintas Timur Sumatera, rusak parah. Warga yang kesal dengan kondisi jalan rusak dan tak juga diperbaiki, 'menanam' pohon hidup di tengah jalan.
Menurut Febri (30), salah satu warga yang tinggal di Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, jalan tersebut belum pernah diperbaiki sejak tahun 2011 lalu. Kondisi jalan ada yang hingga berlubang sedalam 60 centimeter.
"Dampak kerusakan jalan mengakibatkan sering terjadinya kecelakaan lalulintas terutama pengendara motor karena rem mendadak menghindari jalan berlubang," kata Febri, seperti dilansir dari Kompas pada Jumat (25/6/2015).
Kondisi jalan rusak menghambat proses distribusi hasil pertanian. Selain itu, debu yang dihasilkan menyebabkan warga menderita infeksi saluran pernapasan. Rute jalan rusak diawali dari Pasar Bandar Jaya, Desa Karang Endah, Desa Namba Dadi, Desa Onoharjo yang berada di Kecamatan Terbanggi Besar, menuju Kecamatan Seputih, melintasi enam desa.
Kerusakan terparah ada di Desa Varia Agung, Kurnia Mataram, Sumber Agung, Wirata Agung, Darma Agung, Bumi Setia, hingga Kecamatan Bandar Mataram. Lokasi ini meliputi tiga desa dan yang paling parah ada di Mandala.
Menurut Riyono (49), warga Desa Karang Endah, Kecamatan Terbanggi Besar, jalan rusak akibat truk-truk besar bermuatan pasir yang melintas setiap hari. Jumlahnya bisa mencapai 50-60 truk dengan tonase hingga 21 ton.
"Beberapa minggu yang lalu, bahkan ada truk colt diesel bermuatan jagung terguling akibat jalan berlubang pas di depan rumah saya," kata dia.
Sedangkan Sumirah (46), warga Varia Agung, Kecamatan Seputih Mataram, Lampung Tengah yang bekerja sebagai pedagang bakso dan kelontongan, mengungkapkan pada saat jalan belum rusak, omzet sehari mencapai Rp 2 juta.
"Saat ini hanya Rp 400 ribu, itu pun 'ngoyo'. Kalau musim hujan mobil mini bus dan motor bisa terendam, hanya mobil truk besar yg bisa lolos melintasi jalan rusak parah di Varia Agung, itu pun kadang terjebak lubang dan macet," ujar dia.
Sedangkan kalau musim kemarau debunya bertebaran membuat sesak napas dan batuk batuk. Hingga saat ini, jalan jalur Bandar Jaya menuju Bandar Mataram menghubungkan lintas timur belum diperbaiki, meski banyak pejabat tinggi daerah baik kabupaten maupun provinsi sering melintasinya. (*)
