Buru Begal, Polresta Bandar Lampung Bentuk Tiga Tim - MEDIA ONLINE

Hot

Thursday, March 26, 2015

Buru Begal, Polresta Bandar Lampung Bentuk Tiga Tim

ilustrasi

BANDAR LAMPUNG - Setelah sebelumnya Polda Lampung, kini aparat Polresta Bandar Lampung juga membentuk tim pemburu begal, guna menekan aksi kriminalitas di kota berjuluk Tapis Berseri itu. Pembentukan tim ini karena maraknya aksi tindak kriminalitas pembegalan sepeda motor, sehingga harus ada upaya Polresta Bandar Lampung untuk memburu para pelaku pembegalan itu.

"Marak pelaku begal yang sering terjadi sekarang ini, sehingga Polresta Bandar Lampung membentuk tim yang terdiri dari Satuan Reserse Kriminal, Resmob, dan Satuan Sabhara," kata Waka Polresta Bandar Lampung AKBP Bobby Marpaung, Rabu (25/3/2015).

Menurut dia, personel anti-bandit ini ada tiga tim, yakni dari Satuan Reserse Kriminal, Resmob, dan Satuan Sabhara, dengan setiap tim beranggota 15 personel, dikepalai satu orang kepala tim (katim). Bobby menyampaikan, tim dari Satuan Sabhara tugasnya adalah membantu Satuan Reserse Kriminal dan membantu patroli, dari sebelumnya patroli dilakukan oleh anggota biasa.

Dia mengungkapkan, meskipun tim ini akan melakukan kegiatan rutin kepolisian, tetapi tugasnya berbeda, yaitu jika ada intensitas kriminalitas yang memang membutuhkan dukungan tim ini, maka tim tersebut akan turun.

"Tim anti-begal ini dibentuk merupakan tanggapan dari situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Bandar Lampung. Harapannya, dengan dibentuk tim ini dapat memperkecil begal yang sering terjadi di wilayah hukum Polresta Bandar Lampung," ujar Bobby, seperti dilansir Rimanews. Selain itu, keberadaan tim ini juga dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa tim anti-bandit yang dibentuk ini bekerja sesuai dengan prosedur.

Kasat Sabhara Polresta Bandar Lampung Kompol Irawan mengatakan, tim dari Satuan Sabhara ini dibentuk sesuai dengan perkara yang ada dan prosedur tetap. Jadi tim ini sifatnya hanya melumpuhkan, bukan berarti mereka harus menembak mati, tapi hal itu dilakukan apabila ada pengunjuk rasa yang sifatnya anarkis.

"Jika nanti dari Satuan Reserse Kriminal membutuhkan bantuan untuk memberantas tindak kejahatan atau melakukan penggerebekan, tim ini siap membantu," jelasnya. Tim yang dibentuk ini sudah terlatih, dan saat ini kami perbantukan di Satuan Reserse Kriminal. Menurut dia, tim ini sifatnya sesuai eskalasi peristiwa kejahatan, jika trennya agak tinggi, akan diterjunkan untuk membantu mengatasinya.

"Tim ini memang khusus menangani rangkaian kegiatan, seperti pengendalian massa, dan termasuk sebagai tim penindak. Tim dari Sabhara ini memang sudah lama kami bentuk, karena sekarang ini memang tren sedang marak kriminalitas," jelas Irawan. (*)

Post Top Ad