LAMPUNG ONLINE - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama empat bank dalam negeri, akan meluncurkan program 'Laku Pandai' atau bank tanpa kantor cabang (branchless banking) di sejumlah kota di Indonesia. Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad mengatakan, besok akan ada peluncuran program Laku Pandai di Jayapura, Papua oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI).
Lewat sistem ini, perbankan bisa menunjuk pemilik warung atau toko sebagai agen untuk menabung. Nanti masyarakat di sekitar bisa menabung dengan menggunakan sarana telepon genggam (HP). Program ini dilakukan untuk mengebut penetrasi perbankan di Indonesia.
Karena, selama ini masih banyak masyarakat Indonesia yang belum terjamah sistem perbankan. Bila harus membangun kantor cabang, biaya investasi yang dibutuhkan besar.
"Tanggal 27 Maret besok, akan ada launching di Papua, yaitu Jayapura oleh BRI. Lalu di Goa, Sulawesi Selatan dan Lubuk Pakam, Sumatera Utara oleh BTPN (Bank Tabungan Pensiunan Negara). Kemudian BCA di Grobokan pada April," jelas Muliaman di kantornya, Jakarta, Kamis (26/3/2015).
Praktik Laku Pandai ini bisa diperluas di sejumlah daerah lain. Yang dilakukan mulai besok adalah untuk peluncuran awal saja.
Bank yang akan meluncurkan program ini adalah PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), dan PT Bank Tabungan Pensiunan Negara Tbk (BTPN).
Dari 4 bank itu, ditargetkan selama tahun ini akan direkrut sekitar 128.039 agen. Sementara jika 13 bank lain ikut mulai menjalankan program Laku Pandai pada tahun ini, diperkirakan jumlah agen Laku Pandai pada tahun ini mencapai 350.000 dengan cakupan 75% wilayah di seluruh Indonesia.
"Dalam tiga tahun ke depan, saya perkirakan agen-agen Laku Pandai akan ada di semua wilayah Indonesia," kata Muliaman, seperti dilansir Detik.
Laku Pandai diharapkan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat untuk menyimpan dan memanfaatkan uang yang dimilikinya dengan lebih murah, aman, dan cepat. Nasabah, setelah menabung secara berkala dan dinilai baik oleh bank bisa mengajukan kredit atau pembiayaan mikro untuk tujuan produktif dan mendukung keuangan inklusif.
Produk yang disediakan Laku Pandai adalah:
- Tabungan dengan karakteristik Basic Saving Account (BSA).
- Kredit/Pembiayaan kepada Nasabah Mikro.
- Produk keuangan lainnya seperti Asuransi Mikro.
Tabungan yang memiliki karakteristik BSA antara lain:
- Tanpa batas minimum baik untuk saldo maupun transaksi setor tunai
- Batas maksimum saldo dan transaksi pendebetan rekening (antara lain tarik tunai) yang ditetapkan oleh Bank, namun kedua batas tersebut tidak boleh melebihi batas yang ditetapkan di Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK), yaitu untuk saldo setiap saat maksimum Rp 20 juta dan untuk transaksi debet kumulatif selama sebulan maksimum Rp 5 juta).
- Tanpa biaya administrasi bulanan dan tidak dikenakan biaya untuk pembukaan dan penutupan rekening, dan transaksi pengkreditan rekening (antara lain setor tunai).
Dengan tabungan berkarakteristik BSA itu maka:
- Masyarakat dapat menyimpan uangnya di bank, tanpa khawatir saldo tabungannya berkurang karena biaya administrasi rekening bahkan tetap memperoleh bunga tabungan dan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
- Masyarakat dapat melakukan transaksi tanpa harus ke lokasi kantor bank, melainkan cukup mengunjungi lokasi agen Laku Pandai yang lebih dekat dengan tempat tinggalnya.
- Program Laku Pandai akan mulai dijalankan oleh empat bank yaitu BRI di Jayapura pada 27 Maret 2015, Bank Mandiri di Gowa Sulawesi Selatan 28 Maret 2015, BTPN pada 30 Maret 2015, dan BCA di Grobogan Jawa Tengah pada 6 April 2015. (*)
