Bank Indonesia: Kegiatan Dunia Usaha di Lampung Turun - MEDIA ONLINE

Hot

Wednesday, March 25, 2015

Bank Indonesia: Kegiatan Dunia Usaha di Lampung Turun

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung M Emil Akbar (kiri). | ist

LAMPUNG - Pihak Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung mengatakan, berdasarkan survei kegiatan dunia usaha di Lampung pada triwulan IV 2014, menunjukkan penurunan dibandingkan triwulan III 2014.

"Penurunan realisasi kegiatan usaha tersebut terjadi hampir di semua sektor, antara lain sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan yang minus 4,03 persen," jelas Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung M Emil Akbar, Selasa (24/3/2015)

Selanjutnya, sektor industri pengolahan (-3,66 persen), sektor bangunan (-2,66 persen), sektor perdagangan, hotel, dan restoran (-0,87 persen), sektor pengangkutan dan komunikasi (-0,49 persen), dan sektor listrik, gas, dan air bersih (-0,42 persen).

"Rata-rata harga jual selama triwulan IV 2014 menurun dibandingkan triwulan III-2014, sebagaimana tercermin oleh nilai SBT sebesar -17,85 persen. Meningkatnya persaingan dengan perusahaan sejenis menjadi alasan utama penurunan rata-rata harga jual tersebut," ungkap Emil.

Adapun sektor ekonomi yang mengalami penurunan harga jual adalah sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan (-30,41 persen), terutama pada subsektor tanaman pangan, subsektor tanaman perkebunan, dan subsektor perikanan dengan nilai penurunan sebesar (-16,76 persen).

Sejalan dengan penurunan kegiatan usaha, kapasitas produksi terpakai perusahaan pada triwulan IV 2014 menurun, yaitu dari 60,97 persen pada triwulan III-2014 menjadi 55,64 persen. Namun, diperkirakan pada triwulan I-2015, kegiatan usaha diperkirakan meningkat dibandingkan triwulan IV-2014.

"Pertumbuhan ekonomi didukung oleh optimisme pelaku usaha. Berdasarkan survei kegiatan dunia usaha, pengusaha memperkirakan kondisi dunia usaha lebih baik dibandingkan triwulan IV 2014," terang Emil, seperti dilansir Beritasatu.

Optimisme pelaku usaha juga didasari menguatnya kepercayaan konsumen dalam memandang perekonomian di tahun 2015. Sedangkan konsumsi dan investasi diperkirakan naik pada triwulan I 2015. (*)

Post Top Ad