Stop Perdagangan Pakaian Impor Bekas di Lampung ! - MEDIA ONLINE

Hot

Tuesday, February 10, 2015

Stop Perdagangan Pakaian Impor Bekas di Lampung !


LAMPUNG -
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Lampung Ir, Ferynia menghimbau kepada seluruh pedagang untuk tidak menjual lagi pakaian impor bekas kepada masyarakat. Pihaknya dalam waktu dekat akan mengeluarkan surat edaran sekaligus monitoring dan pengawasan di lapangan.

Penegasan itu disampaikan Kadis Perdagangan Provinsi Lampung, menyusul adanya kebijakan dari Kemendag Republik Indonesia yang melarang impor pakaian bekas. Dalam waktu dekat Kantor Dinas Perdagangan Provinsi Lampung, akan mengeluarkan edaran kepada seluruh Dinas Perdagangan di tingkat Kabupaten/Kota untuk segera turun ke lapangan.

“Dalam waktu dekat kita akan koordinasi dengan jajaran Dinas Perdagangan di tingkat Kabupaten dan kota untuk segera melakukan pengawasan dan monitoring terhadap perdagangan pakaian impor bekas tersebut,” kata Ferynia, Senin (9/2/2015).

Dalam bagian lain Kadis Perdagangan Provinsi Lampung itu menambahkan kegiatan usaha perdagangan pakaian impor bekas di Lampung dirasakan cukup marak. Di Bandar Lampung sendiri tidak sedikit dijumpai toko dan kios yang menjajakan pakaian impor murah meriah tersebut.

“Nanti kita akan monitor dan memberikan penyuluhan kepada mereka untuk segera mengganti jenis pakaian yang diperjual belikan,” kata Ferynia. Dinas Perdagangan Provinsi Lampung sejauh ini sudah melakukan pendataan terhadap beberapa toko dan kios yang menjajakan pakaian impor bekas tersebut. Ada beberapa di antaranya di kawasan Way Halim dan daerah Way Kandis.

Menurut Ferynia, yang pasti pakaian impor bekas itu bukan melalui pelabuhan-pelabuhan yang ada di Provinsi Lampung. Sepengetahuannya pakaian impor bekas tersebut masuk melalui pelabuhan dengan tujuan tertentu seperti pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Tanjung Priok, seperti dilansir Serambisumatera.

“Kalau pun pakaian impor bekas itu ada diperjual belikan di Lampung bisa saja  melalui jalur jalur pintu masuk di pelabuhan pelabuhan kecil, mereka datangnya secara sembunyi sembunyi,” kata Ferynia. Ada juga pedagangan yang mendapatkan pasokan pakaian impor bekas dari Jakarta.

Ferinia mengatakan pihaknya berharap para pengusaha pakaian impor bekas ada baiknya segera mengganti jenis pakaian impor dengan pakaian baru produk lokal. 

“Secara kualitas pakaian lokal tidak kalah bagus dan harganya pun relatif terjangkau,” kata Ferinia. (*)


Post Top Ad