Atresia Bilier, RSCM Rawat Anak Sopir Truk dari Lampung - MEDIA ONLINE

Hot

Tuesday, February 10, 2015

Atresia Bilier, RSCM Rawat Anak Sopir Truk dari Lampung


JAKARTA - Bayi asal Lampung Selatan (Lamsel), Provinsi Lampung, Battar Abinaya Basupati (8 bulan) dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Anak, RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Bayi lelaki dari pasangan Sutriyono dan Jumi Lestari ini didiagnosis suspect atresia bilier. Atresia Bilier adalah suatu keadaan dimana saluran empedu tidak terbentuk atau tidak berkembang secara normal.

"Selama di Lampung, ada riwayat dua kali perdarahan hidung, dan dua bulan terakhir buang air besarnya campur darah," kata Sutriyono (35), orangtua bayi pasien tersebut, saat ditemui di RSCM, Selasa (10/2/2015).

Dikisahkan Sutriyono, kondisi Bayi Battar saat ini cukup memprihatinkan. Perutnya semakin membesar, tampak kesakitan dan sering mengalami sesak napas. Tim dokter masih melakukan observasi dengan USG (Ultra Sonografi) dan tes darah.

Selama dirawat di RSCM, Bayi Battar mendapatkan suntikan vitamin dan albumin. Karena kadar Hb dalam darahnya juga rendah, ia membutuhkan transfusi darah. Belum ada kepastian dari dokter apakah Bayi Battar akan membutuhkan operasi transplantasi hati.

Dugaan atresia bilier bermula saat Bayi Battar masih berusia 1 bulan, saat tubuhnya tampak menguning. Tidak ada kecurigaan dari dokter umum yang pertama kali memeriksanya, dan baru dirujuk ke rumah sakit setelah diperiksakan ke seorang dokter spesialis anak.

Umur 2 bulan lebih 1 minggu, Bayi Battar diperiksa di RS Mitra Husada Pringsewu, kemudian dirujuk ke RS Urip Sumoharjo Lampung. Hasil pemeriksaan menunjukkan suspect atresia bilier sehingga Bayi Battar dirujuk lagi ke RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Dari RSPAD, langsung dirujuk ke RSCM.

"Sampai saat ini semua biaya pengobatan masih ditanggung. Tapi kalau nanti harus operasi, itu jelas di luar kemampuan saya," kata Sutriyono yang sehari-hari bekerja sebagai sopir truk fuso, seperti dilansir Detik.

Slamet, relawan Sahabat Berbagi yang mendampingi Sutriyono mengatakan operasi transplantasi hati untuk atresia bilier membutuhkan biaya antara Rp 800 juta hingga Rp 1,5 miliar. Belum termasuk beberapa jenis obat dan susu formula khusus yang tidak ditanggung BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan. (*)


Post Top Ad