![]() |
| ilustrasi |
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Manager (MOR) II Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) segera menerapkan Terminal Otomatis (Terminal Automation System/TAS) bahan bakar minyak (BBM) di Panjang, Bandar Lampung.
SR Supervisor External Relation Pertamina Sumbagsel Alicia Irzanova pada workshop media di Gedung Pertamina, Jakarta, menyebutkan, ada dua terminal bahan bakar minyak yang segera otomatis, yakni Kertapati Sumatera Selatan dan Panjang Bandar Lampung.
"Terminal otomatis di Kertapati rampung pada Agustus-September 2015. Dan segera menyusul terminal Panjang yang penanaman tiang pancangnya tahun ini," ujarnya, Jumat (6/2/2015). Ia mengatakan, diterapkannya TAS di Panjang bukan tanpa pertimbangan. Sebab Lampung merupakan daerah konsumsi BBM terbesar kedua setelah Sumsel.
Terminal BBM Kertapati ini sebagai terminal pertama di Sumatera dan keempat di seluruh Indonesia setelah Instalasi Jakarta Group (Depot Plumpang), Intalasi Surabaya Group, Terminal BBM Tanjung Uban, dan Terminal BBM Bandung Group (Ujung Berung).
"Terminal BBM Kertapati akan dapat memberikan pelayanan lebih cepat kepada konsumen. Itu karena kecepatan pengisian (flue rate) ke mobil tangki meningkat pesat dengan sistem komputer. Misalnya isi 10 menit bisa lebih cepat menjadi 4 menit," jelas Alicia. Selain itu, pengisian juga dapat dilakukan bersamaan untuk beberapa produk ke satu mobil tangki.
"Bahkan lebih efisisien, karena tak membutuhkan banyak orang dalam pengoperasiannya," urai dia.
Terkait nilai investasi penerapan TAS di terminal Panjang, diperkirakan TBBM Kertapati menelan anggaran lebih dari Rp100 miliar, seperti dilansir Wartaekonomi.
"Yang jelas ground breaking tahun ini, tunggu saja. Kemungkinan sama dengan TBBM Kertapati," jelasnya.
Suplai BBM Kertapati sendiri berasal dari Kilang Plaju (untuk produk-produk Premium, Solar dan Pertamax) dan Terminal BBM Panjang (untuk Produk Pertamina Dex).
Sekitar
30 persen dari suplai BBM di Sumbagsel disalurkan dari terminal
Kertapati, sedangkan sisanya disuplai dari terminal BBM Baturaja,
Lubuklinggau, Jambi, Pulau Baai (Bengkulu), Tanjung Pandan (Bangka) dan
Panjang (Lampung). (*)
