Bentrok Antar-Warga di Lampung Timur Berakhir Damai - MEDIA ONLINE

Hot

Saturday, February 7, 2015

Bentrok Antar-Warga di Lampung Timur Berakhir Damai

ilustrasi

LAMPUNG - Akhirnya, warga Desa Taman Asri dan warga Negara Nabung di Lampung Timur sepakat berdamai, Sabtu (7/2/2015). Menurut Kepala Penrangan Korem (Kapenrem) 043/Garuda Hitam (Gatam) Mayor Inf Prabowo, ada lima kesepakatan yang ditandatangani pada Jumat malam (6/2/2015) sekitar pukul 23.00 wib itu.

"Lima kesepakatan itu adalah warga berjanji akan menjalin persatuan dan kesatuan, menyerahkan permasalahan hukum pada pihak berwajib, menjaga kemanan desa, menjalin tali persaudaraan, dan tidak mudah terprovokasi," jelasnya.

Penandatangan nota kesepakatan tersebut berlangsung di Mapolres Lampung Timur yang dihadiri Bupati Lampung Timur Erwin Arifin, perwakilan DPRD, Komandan Korem (Danrem) 043 Gatam Kol Arm Drs Winarto M Hum, tokoh masyarakat dari kedua belah pihak, dan unsur pemerintah lainnya.

"Kondisinya sekarang sudah kondusif, tapi tetap masih terlihat mencekam. Di Desa Taman Asri penduduknya belum ada yang berani pulang. Mereka masih mengungsi di desa tetangga. Sedangkan desa utama masih dijaga oleh aparat TNI dan polri, sampai kondisi betul-betul kondusif," ungkap Prabowo, seperti dilansir Kompas.

Diketahui, pada Jumat sore sekira pukul 15.00 wib, warga Negara Nabung menyerang warga Desa Taman Asri, Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur. Warga merusak dan membakar rumah dengan menggunakan bom molotov. Dalam peristiwa itu dua rumah terbakar dan sejumlah rumah lainnya rusak, karena dilempari batu dan benda-benda lainnya.

Warga yang tak mengerti permasalahan langsung melarikan diri tanpa membawa bekal apa pun. Mereka mengungsi ke desa-desa tetangga untuk mencari perlindungan. Pada kerusuhan kali ini polisi tidak tinggal diam. Dua orang pelaku pembakaran rumah ditembak dan mengenai bagian kaki serta dada keduanya.

Kejadian itu bermula dari pencurian sandal dan makanan ringan empat remaja dari Desa Negara Nabung. Aksi tersebut diketahui satpam pasar yang kemudian mengumpulkan massa dan memukuli tiga remaja yang tertangkap tersebut, hingga ketiganya dirawat di rumah sakit. Sementara satu orang lainnya berhasil meloloskan diri dan melapor ke desanya. Tidak terima dengan perlakuan main hakim sendiri itu, ratusan warga dari Desa Negara Nabung lalu menyerang Desa Taman Asri untuk melakukan pembalasan. (*)


Post Top Ad