LAMPUNG -
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman didampingi Gubernur Lampung
M. Ridho Ficardo mengunjungi Pekon Way Helau, Kecamatan Pulau Panggung,
Kabupaten Tanggamus, Lampung, Kamis (12/2/2015). Kunjungan ini dalam
rangka pencangan Gerakan Tanam Padi dan Perbaikan Jaringan Irigasi
Tersier (JIT).
Saat tiba di lokasi, Menteri Amran Sulaiman dan Ridho Ficardo langsung membuka sepatu dan turun ke sawah. Mereka mencoba traktor tangan untuk menanam padi di sawah di bawah guyuran gerimis dan diikuti Bupati Tanggamus Bambang Kurniawan.
Tiga traktor tangan yang dicoba para pejabat itu, sebagian dari 254 traktor bantuan dari Kementerian Pertanian untuk 15 kabupaten/kota di Lampung. Selain itu, juga ada bantuan 67 pompa air untuk 12 kabupaten di Lampung.
Di lokasi berikutnya, Amran Sulaiman ditemani Ridho Ficardo menemui sejumlah petani dan petugas penyuluh lapangan (PPL), serta berdiskusi tentang target pertanian Indonesi dan Lampung khususnya. Amran mengharapkan Lampung bisa mencapai target 1 juta ton padi. Untuk ini, pemerintah menganggarkan dana sebanyak Rp16,7 triliun.
Mentan juga mengungkapkan lima persoalan yang dihadapi sektor pertanian dan harus dituntaskan. Yaitu, irigasi yang saat ini rusak mencapai 52 persen, benih yang sering terlambat dan bermasalah, pupuk, alsintan dan penyuluh pertanian.
Untuk itu, pemerintah memberikan bantuan traktor tangan kepada para petani. Karena, menurut Mentan, ada fenomena berkurangnya rumah tangga petani sebanyak 5 juta petani, seperti dilansir Harianlampung.
Saat tiba di lokasi, Menteri Amran Sulaiman dan Ridho Ficardo langsung membuka sepatu dan turun ke sawah. Mereka mencoba traktor tangan untuk menanam padi di sawah di bawah guyuran gerimis dan diikuti Bupati Tanggamus Bambang Kurniawan.
Tiga traktor tangan yang dicoba para pejabat itu, sebagian dari 254 traktor bantuan dari Kementerian Pertanian untuk 15 kabupaten/kota di Lampung. Selain itu, juga ada bantuan 67 pompa air untuk 12 kabupaten di Lampung.
Di lokasi berikutnya, Amran Sulaiman ditemani Ridho Ficardo menemui sejumlah petani dan petugas penyuluh lapangan (PPL), serta berdiskusi tentang target pertanian Indonesi dan Lampung khususnya. Amran mengharapkan Lampung bisa mencapai target 1 juta ton padi. Untuk ini, pemerintah menganggarkan dana sebanyak Rp16,7 triliun.
Mentan juga mengungkapkan lima persoalan yang dihadapi sektor pertanian dan harus dituntaskan. Yaitu, irigasi yang saat ini rusak mencapai 52 persen, benih yang sering terlambat dan bermasalah, pupuk, alsintan dan penyuluh pertanian.
Untuk itu, pemerintah memberikan bantuan traktor tangan kepada para petani. Karena, menurut Mentan, ada fenomena berkurangnya rumah tangga petani sebanyak 5 juta petani, seperti dilansir Harianlampung.
“Jika
dibiarkan, pertanian akan hancur," ungkap Mentan. Dia berjanji akan
menambah jumlah bantuan, jika petani di Lampung dapat meningkatkan
produksinya dengan target 1 juta ton dan menyelesaikan pembangunan
irigasi.
Pada kesempatan itu, dilaksanakan pula penandatanganan MoU antara Mentan dan Unila untuk pendampingan program khusus peningkatan produksi jagung, padi dan kedelai. (*)
Pada kesempatan itu, dilaksanakan pula penandatanganan MoU antara Mentan dan Unila untuk pendampingan program khusus peningkatan produksi jagung, padi dan kedelai. (*)
