![]() |
| Cici meniup lilin di hari ulang tahunnya, November 2014 lalu. (Foto: Ist) |
MEDAN -
Meninggalnya Cici, pegawai di bagian administrasi Fakultas Kedokteran
UMSU, Medan, terus menjadi perbincangan para rekan kerjanya. Maklum,
pegawai cantik itu meninggal di kosannya tanpa ada keluhan sakit serius
sebelumnya. Paling banter, dia mengeluh sakit perut. Tapi teman-teman dan ibu kosnya yakin Cici meninggal sakit karena kebanyakan mengonsumsi mie instan.
“Aku udah berkali-kali nasehati Cici, kubilang jangan makan mie instan saja . Bayangkan saja satu hari bisa makan delapan bungkus dia. Pagi siang malam makan mie, kan ngeri zat pengawetnya itu,” ujar Zainab, ibu kos, Kamis (12/2/2015). Hal senada juga diakui teman-teman korban.
“Aku udah berkali-kali nasehati Cici, kubilang jangan makan mie instan saja . Bayangkan saja satu hari bisa makan delapan bungkus dia. Pagi siang malam makan mie, kan ngeri zat pengawetnya itu,” ujar Zainab, ibu kos, Kamis (12/2/2015). Hal senada juga diakui teman-teman korban.
“Dia
jarang makan nasi. Makan mie instan saja tiap hari. Sudah sering kami
menasehati, tapi tak didengar,” kata teman Cici yang enggan ditulis
namanya. Kawannya itu cerita, karena kebiasaan buruk itu, Cici sering
mengeluh sakit pada perutnya. Hal ini juga terbukti karena di kamar
korban juga ditemukan tumpukan bungkus mie instan dan mie gelas seduh.
Selain mie instan ditemukan juga obat jenis Panadol dosis 500 mg dan 2
obat generik jenis Paracentamol.
“Ada tiga jenis obat yang sudah kita amankan dan masih dalam penyelidikan,”ujar Kapolsek Medan Area, Kompol Yudi Prianto, seperti dilansir Jpnn.
Sementara Heri, selaku Kabiro Administrasi Fakultas Kedokteran UMSU mengatakan, Cici sudah dua tahun bekerja sebagai administrasi. Selama bekerja, almarhumah dikenal pintar bergaul dan rajin bekerja. Selama bekerja, Cici tidak pernah mengeluh sakit kronis, paling hanya batuk-batuk kecil saja.
“Ada tiga jenis obat yang sudah kita amankan dan masih dalam penyelidikan,”ujar Kapolsek Medan Area, Kompol Yudi Prianto, seperti dilansir Jpnn.
Sementara Heri, selaku Kabiro Administrasi Fakultas Kedokteran UMSU mengatakan, Cici sudah dua tahun bekerja sebagai administrasi. Selama bekerja, almarhumah dikenal pintar bergaul dan rajin bekerja. Selama bekerja, Cici tidak pernah mengeluh sakit kronis, paling hanya batuk-batuk kecil saja.
“Kami
juga terkejut setelah mendengar kabar itu. Makanya, tadi kami pergi ke
kosnya. Namun, karena dia tinggal sendiri di sana, kita akan berusaha
mengurus pengiriman jenazahnya. Kita akan ke Rumah sakit Pirngadi untuk
mengurus jenazahnya,” tuturnya. (*)
