LAMPUNG - Even kejuaraan lokal dan nasional dunia otomotif di Lampung selama dua tahun terakhir sepi. Ketidakjelasan agenda Ikatan Motor Indonesia (IMI) Lampung ini salah satu penyebabnya karena para pembalap potensial muda daerah ini, tak bisa mengasah kemampuannya atau menimba pengalaman.
Anggota Lampung Slalom Comunnity di Bandar Lampung, Tama, menyayangkan minimnya even balap motor ataupun mobil di Lampung. Padahal, di daerah ini banyak pebalap-pebalap pemula maupun junior yang membutuhkan even, sebagai ajang menimba pengalaman sebelum berlaga di tingkat nasional.
"Ini jadi pekerjaan rumah bagi pengurus IMI saat ini,” ujar Andy, sapaan mantan pebalap motor Lampung ini, Selasa (3/2/2015). Tama menambahkan, pengurus IMI Lampung harus mengambil langkah agar bisa menggelar kejuaraan. Apabila keadaan ini berlarut-larut, dikhawatirkan berdampak buruk terhadap pembinaan dan prestasi para pebalap Lampung.
Yang perlu mendapat perhatian serius pelaksanaan PON XIX 2016 tinggal satu tahun lagi. Bagaimana persiapan IMI Lampung menghadapi babak prakualifikasi PON tahun ini.
“Yang menjadi pertanyaan para pebalap saat ini mengapa IMI tidak menggelar kejuaraan balap motor (road race) atau mobil (drage race). Padahal di era tahun 80-90-an, Lampung barometernya balap mobil. Sekarang tinggal bagaimana pengurus IMI dapat mengembalikan kejayaan masa lampau itu,” imbuh dia.
Hal senada disampaikan koordinator pebalap di Lampung Timur, Lampung Tengah, dan Kota Metro. Menurut dia yang enggan disebut namanya, kepengurusan IMI Lampung kini seperti mati total. Kurang lebih dua tahun IMI tak mampu menggelar even. Ini menunjukkan SDM pengurus IMI yang tidak mumpuni mengurus olahraga balap di Lampung.
"Saya
sangat prihatin dengan kondisi ini. Apa yang mereka kerjakan seperti
tak tampak sama sekali. Saya khawatir bila kondisi ini berlanjut,
prestasi pebalap Lampung akan redup,” tegasnya, seperti dilansir Harianlampung.
Bahkan, kata dia, para pebalap di Lampung Timur, Lampung Tengah, dan Kota Metro harus jauh-jauh berangkat ke Bengkulu mengikuti kejuaraan road race. Padahal, Lampung di kepengurusan IMI sebelumnya aktif menggelar even balap motor. Dalam setahun, IMI Lampung mampu menggelar 8 sampai 10 kejuaraan daerah dan 2 hingga 3 kali kejuaraan nasional. (*)
Bahkan, kata dia, para pebalap di Lampung Timur, Lampung Tengah, dan Kota Metro harus jauh-jauh berangkat ke Bengkulu mengikuti kejuaraan road race. Padahal, Lampung di kepengurusan IMI sebelumnya aktif menggelar even balap motor. Dalam setahun, IMI Lampung mampu menggelar 8 sampai 10 kejuaraan daerah dan 2 hingga 3 kali kejuaraan nasional. (*)
