![]() |
| Anggur Api |
LAMPUNG - Batu mulia jenis Anggur Api (fire chacedont) yang berasal dari Kabupaten Way Kanan, Lampung, diluncurkan dalam Pameran Batu Mulia di Mall Boemi Kedaton, yang digelar mulai Senin malam (9/2/2015) ini. Pameran yang dilaksanakan oleh Perhimpunan Pecinta dan Pengusaha Permata Indonesia (4PI) itu akan berlangsung selama sepekan mulai hari ini.
Pameran
yang diklaim terbesar untuk pameran batu mulia ini, rencanakan akan
dibuka Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo Senin malam. Wali Kota Bandar
Lampung Herman HN dan Bupati Way Kanan, juga dijadwalkan hadir.
Asisten Bidang Umum dan Pemerintahan Pemkab Way Kanan, Edward Anthony mengaku bangga batu asal daerahnya, Anggur Api, tampil pada pameran itu.
"Banyak macam batu mulia yang akan dipamerkan pada acara itu. Tapi batu Anggur Api bisa jadi pusat perhatian pengunjung," kata Edward, Senin.
Asisten Bidang Umum dan Pemerintahan Pemkab Way Kanan, Edward Anthony mengaku bangga batu asal daerahnya, Anggur Api, tampil pada pameran itu.
"Banyak macam batu mulia yang akan dipamerkan pada acara itu. Tapi batu Anggur Api bisa jadi pusat perhatian pengunjung," kata Edward, Senin.
Menurut
dia, batu Anggur Api berasal dari Kecamatan Negeri Agung, Way Kanan,
kemudian dikembangkan masyarakat dan direspon oleh pemerintah setempat.
Diharapkan batu Anggur Api menjadi batu pilihan dan dikenal di seluruh
indonesia. (baca: Februari 2015, Batu Anggur Lidah Api Lampung Diluncurkan)
Sementara, Pemilik 331 Group Gemstone yang didaulat Forum 4PI sebagai ketua pelaksana pameran, Agung Adi Saputra, mengaku menyiapkan 60 stan pameran dengan menghadirkan galeri dari berbagai daerah se-Indonesia, seperti dilansir Harianlampung.
"Di luar yang sudah siap pamer, masih ada galeri dari luar dan dalam Provinsi Lampung yang akan berpatisipasi. Karena itu, disiapkan lagi 12 stan di hall utama mall," ujarnya.
Selama pameran berlangsung, panitia juga menghadirkan laboratory gemology dan menggelar kontes baru mulia, mengasah dan memoles batu, serta pagelaran fashion. Peserta kontes batu disyaratkan memiliki sertifikat dan batu di atas 51 karat. (*)
