TANGERANG - Akhirnya, dua perampas motor yang terluka dalam baku tembak dengan polisi di Pelabuhan Merak, Banten, Minggu (8/2/2015) dinihari tadi, tewas. Nyawa keduanya tak tertolong saat petugas membawanya ke rumah sakit.
Jasad Ali Husein (35) dan Ibrohim alias Boim (26) asal Lampung Timur itu kemudian dibawa petugas ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk diotopsi. Dua begal motor itu menderita luka tembak di bagian dada dan punggung.
“Pelaku tewas dalam perjalanan ke rumah sakit,” kata Kanit Reskrim Polsek Serpong, AKP Toto Daniyanto. Dijelaskan, penyergapan Ali Husein dan Boim terjadi setelah pihaknya mengintai keduanya, yang berkomplot dengan Karim alias Jenderal, gembong curanmor yang tewas ditembak tim buser di Lampung pada bulan Desember lalu.
Ali Husein yang dijuluki ‘Puwan’ yang berarti Raja dalam bahasa Lampung itu, dikenal sebagai pemasok senpi rakitan ke alap-alap motor. Pihaknya pun kemudian memasukkan nama keduanya ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
“Selain menjual senpi rakitan ke para pelaku curanmor, Ali dan Boim masih satu komplotan dengan Karim dalam melakukan aksi perampasan motor,” kata Toto, seperti dilansir Poskotanews.
Saat polisi tengah mempersempit ruang gerak bagi pelaku kejahatan jalanan, Toto menduga, Ali dan Boim berencana bersembunyi di kampung halamannya. Namun upaya itu gagal setelah petugas menyergap keduanya saat akan menyeberangi laut menuju Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Merak.
Saat penyergapan terjadi, dua begal sadis ini seperti tak ingin kembali ke balik jeruji. Keduanya nekat menembak polisi dengan senpi rakitan yang dibawa mereka. Akibatnya, luka tembak yang dialaminya membuat nyawa keduanya melayang. Sepucuk senpi rakitan beserta amunisi, sebilah sajam, HP dan tas milik pelaku disita petugas sebagai barang bukti.
“Anggota Komplotan Puwan yang lain masih kita buru. Tidak jauh masih di sekitar sini,” kata AKP Toto. (*)
