MEDIA ONLINE - Di antara lima liga teratas Eropa, La Liga jadi satu-satunya yang belum memakai teknologi garis gawang. Teknologi ini terlalu mahal untuk La Liga.
Teknologi garis gawang diperkenalkan dalam sepakbola untuk membantu wasit dalam memutuskan apakah bola sudah 100% melewati garis gawang (terjadi gol) atau belum (tidak gol). Teknologi ini adalah jawaban atas sejumlah kontroversi yang terjadi di masa lalu, saat wasit tidak menyatakan terjadinya gol kendati bola telah sepenuhnya melewati garis.
Premier League telah mengaplikasikan teknologi garis gawang sejak musim 2013/2014. Bundesliga, Serie A, dan Ligue 1 melakukan hal serupa mulai musim 2015/2016. Teknologi ini juga akan digunakan di Piala Eropa 2016 dan Copa America Centenario.
Akan tetapi, La Liga, kasta tertinggi Liga Spanyol, belum memakai teknologi itu. Mereka tetap mengandalkan pengamatan mata wasit dan dua hakim garis.
"Tidak, kami tidak akan memakainya. Butuh banyak uang untuk memilikinya," ujar Presiden La Liga, Javier Tebas, dalam program Tiempo de Juego dan dilansir Detik, Senin (6/6/2016).
Teknologi garis gawang memang bukan teknologi murah. Sebagai gambaran, biaya penerapan teknologi ini di Premier League adalah sekitar 250 ribu poundsterling per stadion (sekitar Rp 5 miliar). (*)
