BANDAR LAMPUNG - Banyak fakta baru terungkap dalam kasus perampokan disertai pembunuhan Suharningsih alias Ningsih (40), di Perumahan Griya Sejahtera, Jalan Pagar Alam, Kelurahan Segala Mider, Tanjungkarang Barat, Senin (30/3/2015) siang lalu. Suami korban, Muhzan Zein mengaku mendapat informasi jika para pelaku pembunuhan istrinya terekam kamera close circuit television (CCTV) yang berada di rumah tetangganya.
Muhzan mengatakan, salah satu pelaku adalah perempuan. Para pelaku datang ke rumahnya menggunakan mobil jenis Jeep. Dari informasi yang didapat Muhzan, perempuan tersebut berbadan tegap dan rambut sedang. Saat ditanyakan apakah dia mengenali perempuan itu, Muhzan mengaku tidak tahu.
Muhzan mengatakan, salah satu pelaku adalah perempuan. Para pelaku datang ke rumahnya menggunakan mobil jenis Jeep. Dari informasi yang didapat Muhzan, perempuan tersebut berbadan tegap dan rambut sedang. Saat ditanyakan apakah dia mengenali perempuan itu, Muhzan mengaku tidak tahu.
"Satu orang perempuan turun dari mobil dan membuka gerbang rumah saya. Saya sendiri belum melihat langsung rekaman CCTV nya. Saya baru dapat informasi saja," ujar Muhzan, mantan anggota DPRD Bandar Lampung ini kepada wartawan di Polsek Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung, Rabu (1/4/2015).
Muhzan juga mengungkapkan, selain mobil Toyota Agya bernomor polisi BE 2559 YR warna putih, ada barang lain yang hilang dibawa perampok. Barang-barang hilang itu berupa sekotak perhiasan emas 100 gram lebih, uang tunai sekitar Rp 15 juta, ponsel Samsung, Iphone, Nokia, Blackberry. Selanjutnya adalah televisi 29 inch dan enam lembar kartu kredit dari berbagai bank.
Barang-barang itu, tutur dia, diambil dari dalam kamar utama, dan dua kamar anaknya serta di ruang tengah. Muhzan mengatakan, para pelaku mengacak-acak kamar utama, dan dua kamar anaknya.
Barang-barang itu, tutur dia, diambil dari dalam kamar utama, dan dua kamar anaknya serta di ruang tengah. Muhzan mengatakan, para pelaku mengacak-acak kamar utama, dan dua kamar anaknya.
"Mereka memang niat membunuh istri saya," terang Muhzan.
Dia menceritakan tentang peristiwa saat dirinya menemukan istrinya, Suharningsih tewas di dalam rumahnya. Muhzan mengatakan, ketika itu dia sedang pergi ke daerah Sukabumi untuk mengurus masalah perumahan. Anaknya menelepon meminta dijemput dari sekolah. Menurut Muhzan biasanya yang menjemput anaknya adalah Suharningsih.
"Saya sempat tanya ke anak kok tidak telepon bunda. Anak saya jawab sudah ditelepon tapi tidak diangkat-angkat," papar Muhzan, seperti dilansir Tribunlampung.
Muhzan lalu menelepon istrinya. Telepon pertama tidak diangkat. Muhzan kembali menelepon kedua kalinya. Kali ini telepon tersebut ditolak. Untuk ketiga kalinya Muhzan menelepon istrinya itu namun ponsel istrinya sudah tidak aktif. Sekitar pukul 11.00 WIB, Muhzan pulang ke rumah. Ia melihat pintu gerbang, pintu depan rumah dan pintu ruang tamu sudah terbuka.
"Saya masuk ke ruang tamu, lihat istri saya tengkurap di lantai bersimbah darah," papar dia.
"Saya masuk ke ruang tamu, lihat istri saya tengkurap di lantai bersimbah darah," papar dia.
Diketahui, Suharningsih, ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Perumahan Griya Sejahtera, Jalan Pagar Alam, Kelurahan Segala Mider, Tanjungkarang Barat, Senin (30/3/2015) siang. Korban ditemukan tewas di ruang tamu rumah dalam kondisi telungkup dengan kedua tangan terikat ke belakang. (*)
