Gula 10 Karung Pilgub Lampung 2014 Masih di Bawaslu - MEDIA ONLINE

Hot

Friday, April 3, 2015

Gula 10 Karung Pilgub Lampung 2014 Masih di Bawaslu

M Ridho Ficardo (kanan) dan Bachtiar Basri. (ist)

LAMPUNG - Anda tentu masih ingat kasus dugaan money politics (politik uang) berupa gula putih, yang diduga milik salah satu calon, saat Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Lampung pada tahun 2014 lalu. Saat itu, panitia pengawas (panwas) pilgub menyita puluhan ton gula dari berbagai daerah di Lampung. Kini, sekitar 10 karung gula pasir tersebut masih tersimpan di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung.

"Benar, soal gula yang ada di kantor bawaslu, kami sedang berkonsultasi dengan polda, kejaksaan, termasuk kantor pelelangan. Kami sudah mengirim surat minggu lalu," kata Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah (Khoir), Kamis (2/4/2015). "Ada beberapa karung. Karena barang itu statusnya tidak jelas, tidak ada yang memiliki, kami juga bingung mau diapakan," tambah dia

Di beberapa kabupaten, panwas telah mengembalikan gula yang kepemilikannya jelas. Namun, untuk sekitar 10 karung gula dari Lampung Selatan, kini masih menumpuk di gudang kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung, seperti dilansir Tribunlampung.

Bawaslu sendiri bingung dengan keberadaan 'gula-gula pilgub' tersebut. Mereka ingin agar segera ada kejelasan. Namun masalahnya, pengadilan dan kantor pelelangan menganggap itu bukan barang bukti, sehingga tidak bisa dilelang.

Bawaslu sudah berkonsultasi dengan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan Bawaslu RI. Namun, tak ada pula solusi. Mereka pun mencoba berkonsultasi lagi, kali ini dengan Polda dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung. 

Gula-Gula Pilgub Lampung

Ada semut ada gula. Ada gula ada suara. Ada suara ada jawara. Suara-suara sumbang mengiringi kemenangan pasangan M Ridho Ficardo-Bachtiar Basri dalam pemilihan gubernur Lampung yang digelar serentak dengan pemilihan legislatif pada 9 April 2014 lalu.

Pasangan nomor urut dua yang diusung Partai Demokrat, PKS, dan PKPI itu meraih 1.816.533 suara atau 44,96% dari total 4.054.128 suara sah. Perolehan tersebut begitu fantastis jika dibandingkan dengan suara partai pendukung yang justru menurun di Lampung.

Suara sumbang menyebutkan pasangan Ridho-Bachtiar menang karena ada gula ada semut. Kebetulan atau tidak, Ridho, Ketua Partai Demokrat merupakan putra M Fauzi Toha yang menjabat Site Director Sugar Group Company (SGC).

SGC membawahkan beberapa anak perusahaan yang bergerak di bidang produksi gula meliputi PT Sweet Indolampung, PT Indo Lampung Perkasa, dan PT Gula Putih Mataram. Jika Ridho butuh gula tentu mudah memperolehnya karena ayahnya menduduki posisi top di perusahaan itu.

Masih mudah menemukan jejak pembagian gula di Kabupaten Lampung Tengah. Ferdian, warga Sidoluhur, Kecamatan Bangunrejo, berterus terang menerima satu kantong berisi dua kilogram gula pada Februari 2014. Hampir seluruh warga di desanya mendapatkan gula dengan berat sama seperti dirinya. 

''Gula itu dari tim sukses Ridho Ficardo. Ada satu ton dibagikan. Delapan kuintal disita panwas, sisanya sudah sempat dibagikan,'' ungkapnya ketika ditemui di kawasan Sidoluhur, seperti dilansir Mediaindonesia, Selasa (12/5/2014) lalu.

Banjir gula gratis di Lampung bukan hanya saat masa kampanye pilgub Maret-April, melainkan telah ditabur oleh orang-orang tertentu sejak Januari 2014. Gula dibagikan dari pintu ke pintu dengan dilampiri stiker pasangan Ridho. Bawaslu Lampung mencatat pembagian gula terjadi hampir di seluruh kabupaten.

Raharjo, yang bermukim di Kecamatan Kota Gajah, Lampung Tengah, mengaku mendapat gula seberat 2 kg pada Februari dan Maret. 

"Setiap rumah di Kota Gajah pasti mendapat kiriman gula," terangnya. Dia juga menyaksikan teman-temannya di Kecamatan Pubian dan Kecamatan Seputih Banyak menerima gula gratis.'

Margo, warga Poncowati, Kecamatan Terbanggi Besar, mengaku mendapatkan 2 kilogram gula disertai stiker Ridho Ficardo.

''Dibagikan ke setiap rumah. Ada yang kebagian satu kantong dan ada juga yang dua,'' tuturnya.

Selain tabur gula, ada pula yang kebagian uang Rp50 ribu per keluarga. Bagi-bagi uang itu terjadi di Poncowati. Beraneka macam modus pembagian gula masuk ke catatan Bawaslu. Di beberapa tempat di Kabupaten Pringsewu dan Pesawaran, petugas Panwaslu bahkan menemukan tumpukan gula yang belum sempat dibagikan kepada penduduk.

Di antara tumpukan gula itu terdapat kartu nama calon gubernur pasangan Ridho Ficardo-Bachtiar. Tumpukan kartu nama masih terpisah dengan kantong-kantong gula yang beratnya berton-ton. Gula juga ada yang dibagikan secara random kepada masyarakat dari mobil yang parkir di pinggir jalan. Pada kesempatan lain, gula dibagikan ke depan pintu rumah warga. 

"Ketika orang bangun tidur, di depan rumahnya sudah ada gula. Tapi ada juga yang dibagikan oleh timses melalui koordinator desa hingga kecamatan," terang Anggota Bawaslu Lampung saat itu Fatikhatul Khoiriyah di Lampung. (*)

Post Top Ad