![]() |
| ilustrasi |
LAMPUNG SELATAN - Entah 'ilmu' apa yang digunakan Was (41) PNS yang menjabat sekretaris desa (Sekdes) di Desa Mekar Mulya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, ini dalam menaklukkan wanita. Pasalnya, perempuan yang diajaknya mesum dan direkam dalam video ponsel, bertambah dan semuanya telah bersuami.
Satu lagi pelaku wanita dalam video mesum sekretaris desa bejat tersebut kembali terungkap. Video terakhir yang beredar di masyarakat diduga dilakukan Was bersama Joh (42), seorang ibu rumah tangga di sebuah kamar.
Sebelumnya, video-video mesum yang telah tersebar di masyarakat diduga dilakukan Was bersama Mel (35) yang berprofesi sebagai guru PAUD; IJ (34), buruh tani; dan ER (37), pegawai kaur keuangan desa. Video mesum yang diduga sengaja direkam Was itu beredar dengan beragam durasi dan lebih dari satu adegan.
Rosyid (43) warga Desa Mekar Mulya, mengatakan, seluruh adegan dalam video mesum tersebut telah beredar luas di masyarakat. Setidaknya, ada puluhan rekaman video yang diduga dilakukan Was. Terakhir diduga Was mesum bersama Joh, warga Dusun Waras Jaya.
"Ya, wanita itu (Joh) juga warga sini. Kami kira cuma ada tiga, ternyata semuanya ada empat wanita. Selain di kantor balai desa, kami belum mengetahui lokasi lainnya di mana saja," kata Rosyid, saat ditemui di Desa Mekar mulya, Sabtu (28/3/2015).
Menurutnya, akibat beredar luasnya video mesum itu, membuat warga Mekar Mulya makin resah. Tidak menutup kemungkinan masih ada wanita lain yang terlibat, seperti dilansir Lampost.
Warga lainnya yang enggan disebutkan namannya mengaku geram dengan ulah aparatur desanya, yang diduga melakukan adegan mesum bersama empat wanita yang kesemuanya merupakan istri orang lain. Warga Mekar Mulya meminta Pemkab Lampung Selatan mengambil sikap tegas dengan memberhentikan Was dari jabatannya sebagai sekretaris desa.
Penjabat (Pj.) Kepala Desa Mekar Mulya, Palas, Roswandi mengaku pihaknya tidak mengetahui jika pelaku wanita dalam video mesum tersebut ada empat orang. "Saya tidak tahu kalau ternyata ada yang lain. Yang jelas, saya mendapat laporan cuma ada tiga," ujarnya, Minggu (29/3/2015) melalui sambungan telepon. (*)
