![]() |
| Sulistyaningsih |
LAMPUNG - Menyusul 'hilangnya' 257 warga Mesuji, pihak Kepolisian Daerah (Polda) Lampung terus memantau perkembangan kelompok masyarakat, yang diduga terkontaminasi paham ISIS. Pencegahan itu dilakukan karena sebelumnya ratusan orang sempat hilang kontak dengan keluarganya dan dikabarkan bergabung dengan ISIS, melalui program umroh gratis.
“Kami akan memantau perkumpulan masyarakat yang terindikasi memiliki pemahaman ISIS, melalui Babinkamtibmas yang ada di Provinsi Lampung,” jelas Kabid Humas Polda Lampung, AKBP Sulistyaningsih, Kamis (19/3/2015).
Menurut dia, polisi terus memantau perkembangan perkumpulan masyarakat yang dinilai rawan akan pemahaman ISIS, seperti pondok pesantren dan komunitas lain.
“Kami meminta pondok pesantren dan kelompok masyarakat agar tidak terpengaruh terhadap perkembangan isu ISIS,” imbau Sulistyaningsih, seperti dilansir Viva.
Sebelumnya, sebanyak 257 peserta program 'umrah gratis' yang dipulangkan dari Kabupaten Malang, Jawa Timur, tiba di Polres Mesuji Lampung, Rabu (18/3/2015). Ratusan warga Mesuji ini sempat dikabarkan menghilang dan diduga tergabung dalam jaringan radikal ISIS, melalui program umroh gratis.
Mereka diiming-imingi hadiah sebesar Rp25 juta jika mengikut program umroh gratis, oleh pengusaha asal Malang. Belakangan, yang lebih mengejutkan, ternyata para peserta umroh gratis yang dinamakan wisata religi ini tidak hanya mengikutkan mereka yang beragama Islam. Tetapi juga agama lain, seperti Kristen, Hindu dan Budha.
Menurut catatan polisi, masih ada sekitar 15 warga Mesuji, Lampung yang ikut umroh gratis dan belum pulang serta belum diketahui keberadaannya. (*)
