![]() |
| Nyimas G Putri Agus |
Pernyataan ini disampaikan Nyimas saat rapat kerja dengan Komisi I DPRD Kota Bandar Lampung dan BPMP Kota Bandar Lampung, Senin (16/3/2015). Menurut Nyimas, ancaman pembunuhan diterimanya seminggu lalu. Ia mendapat telpon dari seseorang yang bernama Effendi, yang mengaku dari manajemen Hotel Zodiak.
"Waktu ditelpon, dia (penelepon) bilang katanya saya mau dihilangkan (dibunuh). Saya ini kan paling keras memprotes pembangunan Hotel Zodiak itu, karena keberadaan hotel tersebut berada di belakang rumah saya. Setiap hari saya terganggu, kadang pekerjanya saya datangi, mungkin mereka gerah," jelas Nyimas, yang mengaku sampai kabur ke Jakarta selama satu pekan akibat teror tersebut. Wanita ini berencana melaporkan ancaman teror yang dialaminya ke polisi.
"Saya akan laporkan ancaman ini ke polisi, karena saya merasa terancam. Bahkan sekarang saya keluar pakai pengawal," ujar Nyimas seusai melakukan rapat kerja dengan Komisi I DPRD Bandar Lampung, dan BPMP Bandar Lampung.
Menyikapi hal itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta berjanji akan mengundang pihak Manajemen Hotel Zodiak, dalam rangka menyelesaikan polemik manajemen Hotel Zodiak dengan warga, terkait pembangunan hotel yang berlokasi di Jalan Rasuna Said, Bandar Lampung.
"Sebenarnya dalam rapat ini kita juga mengundang pihak manajemen Hotel Zodiak, tapi mereka tidak datang, makanya kita akan undang ulang pekan depan," jelas Dedi, usai rapat dengan warga Rasuna Said, dan BPMP di ruang Komisi I DPRD Bandar Lampung, seperti dilansir Tribunlampung.
Legislator PDIP ini berharap permasalahaan managemen Hotel Zodiak dan warga bisa selesai tanpa kekerasan.
"Kita minta tidak ada keributan, apalagi sampai teror meneror, kondusif saja," imbau Dedi.
Sementara, Humas Hotel Zodiak, Sumarna, yang dikonfimasi terkait ancaman tersebut, mengatakan jika dirinya belum bisa berkomentar banyak.
"Saya tidak bisa berkomentar soal itu, karena pembangunan hotel juga lagi berhenti tidak ada pembangunan," ujar Sumarna melalaui sambungan telepon seluler. (*)
"Kita minta tidak ada keributan, apalagi sampai teror meneror, kondusif saja," imbau Dedi.
Sementara, Humas Hotel Zodiak, Sumarna, yang dikonfimasi terkait ancaman tersebut, mengatakan jika dirinya belum bisa berkomentar banyak.
"Saya tidak bisa berkomentar soal itu, karena pembangunan hotel juga lagi berhenti tidak ada pembangunan," ujar Sumarna melalaui sambungan telepon seluler. (*)
