LAMPUNG TIMUR - Akhir-akhir ini, Kabupaten Lampung Timur di Provinsi Lampung menjadi sorotan masyarakat, seiring maraknya kasus begal motor. Bahkan, dua desa di Kabupaten Lampung Timur, Desa Jabung dan Melinting disebut-sebut sebagai 'kampung begal'. Sebab, diduga banyak warga di kabupaten tersebut yang memilih 'berprofesi' menjadi begal motor.
Anggota DPRD Kabupaten Lampung Timur dari Partai NasDem, Yusron Amirruloh mengamini bila dua desa di Kabupaten Lampung Timur itu sebagai sarang begal motor. Dia menilai, maraknya aksi begal sepeda motor disebabkan kondisi kesejahteraan masyarakat yang masih kurang baik dan minim akses pekerjaan bagi warga setempat.
"Maraknya pelaku begal merupakan imbas masih kurangnya perhatian pemerintah dan pimpinan daerah, dalam mendorong penyediaan lapangan pekerjaan bagi warganya," ujar Yusron, Senin (16/3/2015)
Maraknya aksi begal sepeda motor di beberapa wilayah di Lampung, menurut dia, tidak bisa dipisahkan dari tanggungjawab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur dalam menyejahterakan masyarakatnya.
"Salah satunya adalah penyediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Dengan menyediakan lapangan pekerjaan dan menghadirkan investor, bisa menyerap tenaga kerja. Itu adalah salah satu cara mengurangi angka kriminalitas," jelas Yusron.
Sementara, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lampung Timur, angka kemiskinan di kabupaten tersebut pada 2013 tercatat 18,59 persen dari total jumlah penduduk sebanyak 900.000 jiwa. Angka kemiskinan itu belum mengalami perubahan signifikan dari data tahun 2012.
"Untuk menekan angka kemiskinan di daerah itu, harus didukung tiga faktor, yakni kepemilikan penguasaan produksi, kemudahan akses modal produksi dan insfratruktur dari pemerintah daearah," jelas," Kepala BPS Lampung Timur, Anwar, seperti dilansir Rimanews.
Menurutnya, kemiskinan dapat dilihat dari beberapa dimensi, tidak hanya berdasarkan daya beli konsumsi mayarakat. Selain itu, Anwar menjelaskan, standarisasi daya konsumsi berdasarkan garis kemiskinan terkait pula dengan kebutuhan dasar di daerah itu, yakni Rp273.574 per kapita per bulan.
"Salah satu faktor untuk menentukan kemiskinan dapat dilihat dari daya beli masyarakatnya," kata Anwar.
Kabupaten Lampung Timur memiliki 24 kecamatan serta 252 desa, dengan jumlah penduduk hampir 900.000 jiwa yang sebagian besar bekerja sebagai petani, pekebun, nelayan dan buruh. BPS mencatat penghasilan masyarakat Lampung Timur masih rendah berkisar Rp120.000 per kapita. Pendapatan masyarakat per kapita tersebut di bawah standar dari hasil riset BPS berdasarkan kebutuhan dasar.
Berkaitan maraknya aksi pembegalan di Lampung Timur dan daerah lain di Lampung, termasuk warga Lampung yang dilaporkan menjadi pelaku pembegalan di daerah lain di Pulau Jawa dan wilayah lainnya, Kapolda Lampung Brigjen Heru Winarko menegaskan, selain dengan tindakan pengamanan dan antisipasi oleh pihak kepolisian setempat, perlu dukungan masyarakat dan jajaran pemerintahan.
"Selain ditangani secara hukum oleh kami dari kepolisian sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, penanganan begal juga perlu pendekatan sosial ekonomi, dengan memberikan akses kesempatan berusaha dan membuka lapangan kerja baru sebanyak-banyaknya di daerah ini, sehingga terbuka peluang pekerjaan agar menekan angka kriminalitas termasuk aksi pembegalan," papar Kapolda. (*)
