Lompati Siring, Gadis Jatuh dan Meninggal Terbawa Arus - MEDIA ONLINE

Hot

Sunday, March 15, 2015

Lompati Siring, Gadis Jatuh dan Meninggal Terbawa Arus

ilustrasi

BANDAR LAMPUNG - Ini peringatan bagi orangtua, agar selalu memperhatikan anaknya sebelum terlambat. Dua kakak beradik warga Perumahan Bukit Kemiling Permai, Blok Q 32 Kemiling, Bandar Lampung, hanyut terbawa arus siring yang mengalir deras. Kakak beradik yang sedang bermain hujan itu terseret arus aair yang deras hingga satu kilometer, dari Blok W dan ditemukan di daerah Perumahan Ragom Gawi.

Peristiwa nahas tersebut menyebabkan Gadis Cantika (7) meninggal dunia, sedangkan Radit Elga Klaudia (11) kakaknya, hanya mengalami luka ringan. Kedua anak tersebut merupakan buah hati dari pasangan Zainal Ibrahim dan Ismayani. Kedua anak malang tersebut sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Rajabasa, Bandar Lampung.

Peristiwa nahas yang menyebabkan Gadis meninggal dunia terjadi ketika ia bersama kakak dan dua teman sepermainan, Vito dan Riski, akan melompati siring di Blok W Perum Bukit Kemiling Permai.

"Kami mau melompati siring. Kita bertiga sudah berhasil melintas, tinggal Gadis terakhir, lalu dia terpleset jatuh ke dalam siring lalu terbawa arus dan tidak terlihat lagi," kata Vito di lokasi kejadian, seperti dilansir Tribunlampung.

Melihat adiknya jatuh, sang kakak Radit Elga Klaudia berusaha menolong Gadis. Tapi, Radit yang berusia 11 tahun malah ikut terseret arus. Radit selamat, tapi nayawa adiknya tidak tertolong.

Meninggalnya Gadis meninggalkan duka teramat dalam bagi keluarganya. Ibunya menangisi kepergian anak bungsunya tanpa henti. Kakak korban, Radit, yang masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara selalu mencari dan memanggil-manggil nama Gadis.

"Adik Gadis dimana, kok gak ada disini. Masak cuman aku yang ada disini," kata Radit sambil menangis bertanya kepada tantenya. Radit yang tidak tahu bahwa adiknya telah meninggal tak henti menanyakan keberadaan adiknya tersebut. 

"Adik dimana, perasaan kak Adit gak enak. Adik tidak apa-apa kan tante," tuturnya terhadap tante dan orang di sekitarnya. Dia hanya bingung serta tidak percaya omongan orang yang ada bersamanya. Sambil bertanya lagi, "Benar kan adik tidak apa-apa, tapi kenapa mama nangis tadi." (*)

Post Top Ad