![]() |
| Martinus Sitompul |
JAKARTA - Tiga begal yang ditembak mati di Cikupa, Tangerang, pada Minggu (8/2/2015) lalu ternyata merupakan komplotan begal yang melakukan aksi di Depok, tepatnya di Jalan Juanda dan Jalan Margonda beberapa waktu lalu.
Komplotan itu berasal dari Lampung. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Martinus Sitompul mengatakan, penangkapan ketiganya merupakan hasil pengembangan dari penangkapan begal di Tangerang dan Lampung beberapa waktu lalu.
"Mereka satu komplotan, jadi kami lakukan penelusuran dari penangkapan yang pertama dan seterusnya," kata dia di Mapolda Metro Jaya, Rabu (11/2/2015). Diketahui, dua orang begal ditangkap di Tangerang pada 26 Januari 2015 lalu. Satu di antaranya ditembak mati.
Selanjutnya, polisi melakukan pengembangan dengan melacak lewat ponsel pelaku. Dari pelacakan itu, polisi mengetahui beberapa orang dari komplotan tersebut yang bernama Ali Husen (36) dan Ibrahim (21) akan kabur ke Lampung.
Selanjutnya, polisi melakukan pengejaran dan berhasil menangkap pelaku di pelabuhan pada 8 Februari dini hari. Karena ada upaya perlawanan, maka polisi menembak keduanya dan mereka pun meninggal.
Kemudian, polisi kembali melakukan penelusuran dari ponsel pelaku yang tertangkap. Informasi yang didapat, tiga begal berinisial lainnya berada di Cikupa, Tangerang, seperti dilansir Kompas.
Polisi lalu menggerebek rumah kontrakan yang dihuni tiga begal bernama Muhammad Ali (25), Ahmad Safei (21), Abdul Wahab (20). Namun, ketiga begal itu menyadari kedatangan petugas dan langsung melakukan perlawanan. Alhasil, petugas melakukan upaya paksa dengan cara memecahkan kaca jendela rumah kontrakan tersebut. Petugas melesatkan tembakan balasan yang mengenai tubuh ketiganya dan melumpuhkan mereka.
Martinus mengatakan, komplotan begal asal Lampung diduga terdiri dari sembilan orang. Dengan tertembak mati tiga orang di Cikupa, maka jumlah yang tertangkap adalah tujuh orang. Sehingga, diperkirakan masih ada dua orang lagi yang termasuk dalam daftar pencarian orang (DPO). (*)
