JAKARTA - Kelompok jaringan Lampung dikenal dengan aksi pencurian motornya dan seakan peredaran jaringan ini tak bisa diputus. Kriminolog Erlangga Masdiana menilai salah satu penyebabnya dikarenakan jaringan tersebut sudah solid.
"Memang mereka itu sudah solid menjadi sebuah komunitas. Terutama Lampung Timur ya," terang Kriminolog Erlangga, Kamis (5/2/2015).
Selain sudah menjadi komunitas yang solid, Erlangga juga menyatakan jaringan ini diindikasikan memiliki satu pengamanan. Jadi, ketika pelaku kriminal masuk ke jaringan tersebut, aparat akan cukup kesulitan juga. Erlangga menilai jaringan Lampung ini memiliki apa yang disebut dengan subkultur kekerasan atau sunculture of violence. Karena itu, mereka menjadi sangat disegani
"Kalau melakukan kejahatan dan masuk ke mereka, 'aman'," lanjut Erlangga.
Salah satu jalan keluar untuk memutus rantai jaringan ini menurut Erlangga ialah melalui pendekatan budaya. Dalam hal ini, pemerintah setempat bisa melakukan pendekatan budaya sekaligus pembinaan. Interaksi antarbudaya juga perlu dilakukan antar warga yang satu dengan warga lainnya, sehingga pola pikir dapat menjadi lebih terbuka.
Pasalnya,
selama ini baik atau buruknya seorang anggota jaringan Lampung, akan
tetap dinilai baik oleh anggota lainnya di jaringan tersebut. Karena
itu, Erlangga menilai perlu ada pembinaan yang terus-menerus dari
pemerintah, seperti dilansir Republika.
Erlangga melihat saat ini pihak kepolisian pun tidak tinggal diam terkait jaringan Lampung. Menurut dia, aparat kepolisian sedang mempelajari bagaimana melakukan penanggulangan masalah-masalah yang dilakukan oleh kelompok-kelompok ini.
Erlangga melihat saat ini pihak kepolisian pun tidak tinggal diam terkait jaringan Lampung. Menurut dia, aparat kepolisian sedang mempelajari bagaimana melakukan penanggulangan masalah-masalah yang dilakukan oleh kelompok-kelompok ini.
"Ada
satu hal yang penting bagi kepolisian dalam menindak jaringan Lampung
atau jaringan lain yang serupa, yaitu ketegasan," ujar Erlangga. (*)
