BANDAR LAMPUNG - Identitas mayat pria yang ditemukan di Sungai Bukit Camang di Jalan Yasir Hadibroto, Kelurahan Tanjung Gading, Kecamatan Kedamaian, Rabu (4/2/2015) terungkap. Korban yang diduga dibunuh itu bernama Muhammad Choliq (40), warga Jalan Pulau Morotai, Gang Saleh, Jagabaya 1, Sukarame, Bandar Lampung.
Penemuan itu berawal saat Ahmad Alimi (32), hendak memancing di sungai itu. Ia melihat sesosok mayat mengambang dengan leher terikat tali warna merah.
Sementara, Vinuren, calon istri korban mengatakan, sejak Senin (2/4/2015) lalu, korban tidak pulang. Karena itu, pada Rabu pagi tadi, keluarganya membuat laporan orang hilang. Belum sempat laporan tersebut ditindaklanjuti, hari itu juga sekitar pukul 13.00 WIB, ada laporan penemuan mayat itu.
Vinuren menjelaskan, pada hari Senin malam dua hari lalu sekitar pukul 19.30 WIB, korban datang ke rumahnya. Usai makan, korban ganti baju dan pergi pada pukul 21.00 WIB. "Terakhir dia (korban) mengirimkan pesan singkat kepada saya pukul 01.00 WIB, yang isinya "Ya Allah bunda," kata Vinuren sambil menangis, seperti dilansir Harianlampung.
Pembunuhan
Sebelumhya, warga Jalan Yasir Hadibroto, Kelurahan Tanjung Gading, Kecamatan
Kedamaian, digegerkan penemuan mayat lelaki di dalam sungai dekat Bukit
Camang, Rabu (4/2/2015) sekitar pukul 11.00 WIB.
Kapolsek
Tanjungkarang Timur Komisaris Heru Adrian menuturkan, pihaknya tidak
menemukan identitas dari tubuh korban. Masyarakat terlihat berkumpul
melihat mayat. Dia menuturkan, mayat lelaki yang ditemukan di sungai
Bukit Camang adalah korban pembunuhan. Hal ini disimpulkan karena ada
jeratan tali di leher korban.
"Untuk sementara kami duga mayat
korban pembunuhan. Ada jeratan tali tambang di leher korban," kata Heru
kepada wartawan, Rabu. Dari sekitar tempat kejadian perkara, polisi
menemukan beberapa barang bukti seperti sandal jepit.
Lurah
Tanjung Gading, Rosbandi mengaku sempat melihat korban sebelum ditemukan
tewas di dalam sungai Bukit Camang. Rosbandi melihat korban pada Selasa
(3/2/2015) sekitar pukul 15.00 wib di daerah Bukit Kedamaian. Rosbandi
mengatakan, ketika itu korban mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion
warna merah.
"Saya
bawa motor juga di belakang korban," terang Rosbandi kepada wartawan, seperti dilansir Tribunlampung.
Pada saat itu, cerita Rosbandi, korban diberhentikan sekitar empat orang
yang membawa mobil truk dan sepeda motor. Menurut Rosbandi, korban
terlihat mengobrol dengan empat orang. Rosbandi mengaku mengenali mayat
itu dari pakaian dan rambutnya.
"Pas
saya lihat mayat ini, rambut dan bajunya sama dengan orang yang saya
lihat kemarin bawa motor Vixion," papar dia. (*)
