![]() |
| Kota Baru, Lampung |
LAMPUNG SELATAN - Musim hujan mulai berdampak pada akses lalu lintas darat. Jalan menuju Kota Baru, Lampung putus total di wilayah Desa Gedong Harapan, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, pada Minggu (8/2/2015) malam, dampak hujan lebat yang mengguyur wilayah setempat.
Camat Jati Agung, Laila Soraya, Senin (9/2/2015), mengatakan, jalan tersebut putus total saat hujan lebat mengguyur wilayah Lampung, yang mengakibatkan gorong-gorong di bawah jalan itu terbawa arus air.
"Jalan putus total habis magrib waktu hujan lebat," jelasnya. Sejumlah pengguna jalan yang melintasi jalan tersebut terpaksa harus mencari jalan lain yang lebih jauh dan lebih lama untuk menuju Kota Bandar Lampung. Menurutnya, jalur itu merupakan jalur paling cepat yang digunakan oleh warga di Kabupaten Lampung Selatan dan Lampung Timur menuju Bandar Lampung.
"Jalur itu paling cepat, ke kantor hanya 15 menit," ujar Laila Soraya. Selain itu, warga juga menggunakan jalur itu untuk mengangkut hasil bumi, menuju ke sekolah, dan bekerja ke Kota Bandar Lampung.
Salah satu pengguna jalan, Hadianto, mengharapkan jalur itu segera diperbaiki oleh pemerintah provinsi karena jalur paling mudah menuju Kota Bandar Lampung. Ia mengaku, melewati jalan itu untuk kerja di Bandar Lampung, karena jalur utama Jalan Ir Sutami kondisinya sangat memperihatinkan, berlubang dalam, dan berlumpur sepanjang di beberapa titik, seperti dilansir Bisnis.
"Kalau lewat sini cuma 45 menit ke Bandar Lampung, sedangkan lewat jalan Sutami bisa dua jam karena rusak parah," ungkapnya.
Berdasarkan pantauan, jalur tersebut memang sudah nyaris putus akibat gorong-gorongnya terbawa arus air saat hujan deras dua pekan lalu. Namun, akibat tidak segera diperbaiki oleh Pemerintah Provinsi Lampung akhirnya terputus total akibat terjangan air saat hujan lebat susulan.
Bahkan, lokasi itu beberapa waktu lalu sempat dijadikan tempat pungutan liar oleh sekelompok pemuda yang memanfaatkan kendaraan melintas bergantian di titik tersebut. Selain itu, meski baru dibangun, beberapa titik jalan itu juga mulai rusak dengan permukaan aspal yang terkelupas, sehingga perlu diperbaiki ulang oleh pemerintah. (*)
