2015, IAIN Raden Intan Lampung Terima 5 Ribu Mahasiswa - MEDIA ONLINE

Hot

Tuesday, February 17, 2015

2015, IAIN Raden Intan Lampung Terima 5 Ribu Mahasiswa


LAMPUNG - Tahun ini kuota penerimaan mahasiswa baru di Institut Agama Islama Negeri (IAIN) Raden Intan, Lampung sebanyak 5 ribu orang. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat lebih dibanding tahun 2014 lalu yang hanya 2.160 mahasiswa.

Staf bagian Akademik dan Kemahasiswaan IAIN Raden Intan, Munhanif,  mengatakan, kuota penerimaan mahasiswa itu dibagi untuk beberapa fakultas. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan 2.160 kursi, Fakultas Syariah 1000 kursi, Fakultas Ushuludin 1.200 kursi serta  Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi sebanyak 640 kursi.

Munhanif menerangkan, berdasarkan data tahun 2014, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan paling banyak diminati calon mahasiswa. Sedangkan untuk program studi, yang paling banyak dipilih adalah Ekonomi Syariah. 

“Mungkin karena mahasiswa melihat lebih banyak peluang mendapatkan pekerjaan  di dunia perbankan,” terangnya, Senin (16/2/2015).

Dia menjelaskan, sistem penerimaan mahasiswa baru ini, dibagi dalam beberapa jalur diantaranya melalui Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN). Ujian Mandiri (UM) PTKIN, dan Lokal yang terdiri dari penelusuran minat dan akademik (PMA) dan Ujian Tertulis. Kuotanya masing-masing SPAN sebanyak 50 persen, UM (30 persen), PMA (15 persen) dan Ujian Tertulis (5 persen).

“SPAN-PTKIN merupakan seleksi nasional yang akan ditentukan berdasarkan penjaringan prestasi akademik dengan menggunakan nilai raport dan prestasi lainnya, tanpa ujian tertulis. Pendaftaran jalur ini akan dilaksanakan mulai  28 Februari sampai 25 April 2015.Lalu dilanjutkan  proses seleksi pada 27 April sampai 22 Mei,” jelasnya, seperti dilansir Harianlampung.

Meski demikian, menurut dia, peningkatan jumlah kuota penerimaan mahasiswa tahun ini, juga menimbulkan kekhatirawan terhadap ketersedian lokal di IAIN Raden Intan, yang saat ini hanya memilki 96 lokal belajar. Penambahan lokal  diperkirakan, baru selesai sekitar bulan Desember mendatang.

"Padahal perkuliahan tahun ajaran 2014/2015 sudah dimulai bulan September,” ungkapnya. Untuk mengatasi masalah ini, Munhanif mengatakan, pihaknya akan berupaya maksimal agar nantinya proses perkuliahan tetap berjalan lancar. (*)


Post Top Ad