Tepergok, Dua Terduga Pencuri di Lampung Timur Tewas Dibacok - MEDIA ONLINE

Hot

Monday, January 12, 2015

Tepergok, Dua Terduga Pencuri di Lampung Timur Tewas Dibacok

Sulistyaningsih

LAMPUNG TIMUR - Berkelahi dengan warga yang memergokinya, dua terduga pencuri tewas dibacok menggunakan goloknya sendiri yang berhasil direbut lawan. Peristiwa berdarah itu terjadi di Desa Raman Aji, Dusun 7, Kecamatan Raman Utara, Lampung Timur, Senin (12/1/2015). 

Sementara dua warga yang memergokinya kini dirawat di rumah sakit akibat luka yang dideritanya. Peristiwa ini sempat membuat panas dua desa yaitu Desa Raman Aji dan Desa Gedung Dalam. 

Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih mengatakan, peristiwa ini bermula ketika dua tersangka pencuri Erwinsyah alias Ipul (38) dan Tamrin alias Din Codet (48) mencuri di rumah Gatot, warga Desa Raman Aji, Dusun 7, Kecamatan Raman Utara, Lampung Timur.

Ketika itu Gatot yang sedang tertidur, terbangun mendengar suara gaduh di samping rumah. Gatot melihat ada dua orang sedang mengangkut televisi dan satu unit laptop miliknya. Gatot lalu keluar melalui pintu depan meminta bantuan tetangga.

"Saat itu ada tetangga Gatot bernama Edi yang sedang buang air kecil terlihat oleh Ipul dan Din Codet. Karena kepergok sedang menggotong televisi, Ipul dan Din Codet membacok Edi pakai golok," ujar Sulis kepada wartawan, Senin.

Edi kemudian lari ke arah jalan dan bertemu dengan tetangganya, Muslihudin, yang kemudian terlibat perkelahian dengan Ipul dan Din. Pada saat itu terjadi perebutan golok antara Muslihudin dan dua tersangka pencurian. Muslihudin berhasil merebut golok dari tangan salah satu tersangka dan membacok Ipul dan Din. 

"Ipul dan Din tewas di tempat. Sedangkan Edi dan Muslihudin mengalami luka bacok  dan kini dirawat di Rumah Sakit Mardi Waluyo, Metro," jelas Sulis.

Mengetahui peristiwa ini bisa berbuntut perang antarkampung, polisi langsung mengambil langkah antisipatif. Kapolres Lampung Timur AKBP Juni Duarsyah lalu mendatangi rumah Ipul dan Din untuk menenangkan pihak keluarga dan memonitor situasi. Selain itu, pihak kepolisian juga sudah menempatkan beberapa personel di tempat kejadian perkara (TKP).

Pihak polres juga sudah menempatkan satu peleton Dalmas di Polsek Batanghari Nuban, untuk melakukan penyekatan agar tidak ada pergerakan massa dari Batanghari Nuban ke Raman Utara.

"Kami juga sudah menyiapkan Brimob jika terjadi pergerakan massa. Pihak polres juga sudah menempatkan personel di Rumah Sakit Mardi Waluyo untuk menjaga keamanan Edi dan Muslihudin," jelas Sulis.

Menurut dia, hingga pukul 21.00 WIB, Senin malam ini, belum ada pergerakan massa dan situasi masih kondusif. Bahkan, Kapolda Lampung Brigadir Jenderal Heru Winarko juga sudah berada di Batanghari Nuban untuk menenangkan massa. (*)


Post Top Ad