![]() |
| Dery Agung Wijaya |
BANDAR LAMPUNG -
Aparat Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung menembak mati
satu dari empat anggota komplotan perampok dengan modus pecah kaca mobil
dan gembos ban mobil, Senin (12/1/2015). Perampok yang ditembak mati
diketahui bernama Chandra, bos dari komplotan ini.
Sedangkan tiga tersangka lain mengalami luka tembak di bagian kaki. Ketiga tersangka yaitu Yasen (30), Nizar Cahya Negri (31) dan Sudarmono (25) warga Lubuk Linggau Barat II, Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Mereka kini dalam perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung Komisaris Dery Agung Wijaya membenarkan ada penangkapan terhadapa kawanan perampok.
"Petugas terpaksa menembak para tersangka karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap," ujarnya, seperti dilansir tribunlampung.co.id. Dery menuturkan, komplotan ini adalah perampok lintas Sumatera.
Keempat tersangka berasal dari Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Menurutnya, para tersangka merampok di Lampung dan juga di daerah Sumatera Selatan. Sasarannya adalah para nasabah bank.
Keempat tersangka berasal dari Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Menurutnya, para tersangka merampok di Lampung dan juga di daerah Sumatera Selatan. Sasarannya adalah para nasabah bank.
Dery
menuturkan, pihaknya masih mendata tempat kejadian perkara (TKP) yang
pernah dilakukan oleh komplotan Candra. Sampai saat ini sudah ada dua
TKP yang pasti. Dua TKP itu berada di Jalan ZA PAgar Alam, dan di Jalan
Way Mesuji, Pahoman. Di kedua tempat ini, papar Dery, Candra cs mencuri
uang di dalam mobil dengan cara memecahkan kaca mobil.
Khusus di Jalan Way Mesuji, korbannya adalah karyawan Tabek Indah bernama Dimas Chandra Yuniar. Pencuri menggondol satu unit laptop merek Sony, satu Ipad mini, dan satu unit telepon genggam mereka Smartfren dari dalam mobil. Beruntung uang tunai sebesar Rp 70 juta tidak dibawa pencuri karena uang tersebut dibawa ke dalam rumah makan. (*)
Khusus di Jalan Way Mesuji, korbannya adalah karyawan Tabek Indah bernama Dimas Chandra Yuniar. Pencuri menggondol satu unit laptop merek Sony, satu Ipad mini, dan satu unit telepon genggam mereka Smartfren dari dalam mobil. Beruntung uang tunai sebesar Rp 70 juta tidak dibawa pencuri karena uang tersebut dibawa ke dalam rumah makan. (*)
