Realisasi PAD Bandar Lampung Terganjal Dana Bagi Hasil - MEDIA ONLINE

Hot

Friday, January 9, 2015

Realisasi PAD Bandar Lampung Terganjal Dana Bagi Hasil

Herman HN

BANDAR LAMPUNG -
Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandar Lampung terganjal dana bagi hasil pajak, yang belum dicairkan oleh Pemprov Lampung. Akibatnya realisasi PAD di tahun 2014 lalu hanya mencapai 90 persen atau sekitar Rp 400 miliar dari target k Rp 470 miliiar.

Menurut Walikota Bandar Lampung, Herman HN, total dana bagi hasil yang 'nyangkut'di Pemprov Lampung mencapai Rp55 miliar. Jumlah itu terbagi atas pembayaran dana bagi hasil triwulan ke-empat tahun 2013, dan triwulan ke-empat tahun 2014.

"Itu kendalanya. Tapi jika semuanya terbayarkan oleh Pemprov Lampung, pasti PAD kita tercapai," kata Herman, saat ditemui di rumah dinasnya, Kamis (8/1/2014). Wali kota juga menyesalkan masih banyaknya ketua RT yang malas menyampaikan SPT PBB kepada masyarakat. Karena berdasarkan penelusurannya, hal tersebut menjadi salah satu permasalahan utama lemahnya capaian PBB tahun 2014.

“Bagaimana mau bayar kalau RT-nya saja tidak sampaikan SPT PBB ke masyarakat. Saya minta ke depan RT bisa lebih pro aktif, sehingga capaian PBB dapat terbayarkan semua,” ungkapnya.

Orang nomor satu di Bandar Lampung tersebut juga mengungkapkan, selain  PBB rumah tinggal yang belum maksimal capaiannya, piutang PBB perusahaan di Kota Bandar Lampung pun masih cukup besar yakni senilai Rp60 miliyar. Meskipun diakui Herman, besaran piutang PBB perusahaan tersebut ada yang menunggak beberapa tahun. 

“Kita berharap ke depan kesadaran pengusaha untuk membayar pajak lebih baik lagi. Karena pajak ini untuk pembangunan, dan jika pembangunan baik tentunya pengusaha juga diuntungkan,” tandas Herman HN.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pertamanan Kota Bandar Lampung Budiman mengungkapkan walaupun tidak mencapai target, namun realisasi PAD tahun 2014, meningkat di bandingkan tahun sebelumnya.  

"Ya, tahun 2014 realisasi PAD mengalami peningkatan, yakni realisasi Rp 5,3 miliar dari target yang ditentukan yakni Rp 6,2 miliar atau mencapai 90 persen," ungkapnya. Menurutya, pendapatan PAD terbesar yang dimiliki disbertam di dapat dari retribusi sampah, yakni sebesar Rp 4,7 miliiar, sedangkan sisanya terdapat di Retribusi pemakaman dan retribusi penyedotan tinja. 

"Retribusi sampah juga mengalami peningkatan pada tahun 2014," jelasnya. Budiman menyatakan, peningkatan retribusi sampah dikarenakan seiring banyaknya pembangunan ruko dan bangunan-bangunan di Kota Bandar Lampung, seperti dilansir harianlampung.com

"Banyaknya pembangunan ruko pun menjadi salah satu penyumbang meningkatnya retribusi sampah, karena sampah-sampah di tempat ruko umumnya lebih banyak, karena mereka kan rata-rata pedagang," terang dia.

Pada kesempatan itu Budiman juga mengungkapkan, target PAD pada tahun 2015 naik menjadi Rp7,2 miliar, namun pihaknya optimis bisa merealisasikan kenaikan target PAD yang cukup signifikan tersebut. (*)

 

Post Top Ad