Presiden Iran Kutuk Pembunuhan Atas Nama Islam - MEDIA ONLINE

Hot

Saturday, January 10, 2015

Presiden Iran Kutuk Pembunuhan Atas Nama Islam


IRAN - Presiden Iran Hassan Rouhani mengutuk aksi-aksi 'terorisme' dan kekerasan yang mengatasnamakan Islam, menyusul serangan maut yang dialami majalah satir Prancis, Charlie Hebdo, di Paris.

"Kekerasan dan terorisme, apakah itu di wilayah ini, di Eropa atau di Amerika Serikat adalah tindakan tercela," katanya yang dimuat media Iran, Jumat (9/1/2014) waktu setempat, seperti dinukil AFP.

"Mereka, yang membunuh dan melakukan kekerasan serta aksi-aksi garis keras dengan mengatasnamakan jihad, agama atau Islam, sebenarnya menyulut Islamophobia," tambah Rouhani.

Rouhani tampaknya menyinggung hal itu terkait serangan pada Rabu di Paris, yaitu ketika pria-pria bersenjata membantai tewas 12 orang, termasuk delapan jurnalis, di kantor pusat majalah mingguan satiris Charlie Hebdo.

Namun, Rouhani dalam pernyatannya tidak menyebut nama majalah tersebut. Pria-pria bersenjata dan bertopeng ketika melancarkan pembantaian itu meneriakkan 'Allahu Akbar' dan mengatakan bahwa mereka melakukan pembalasan bagi Nabi Muhammad.

Charlie Hebdo dikenal karena mengejek Islam radikal dan telah beberapa kali membuat marah kalangan Muslim, terutama ketika majalah itu pada 2006 menerbitkan kartun-kartun bergambar Nabi Muhammad, termasuk salah satunya yang memperlihatkan sebuah sorban sebagai bom.

Iran pada Rabu mengecam serangan tersebut. Juru bicara kementerian luar negeri Iran, Marzieh Afkham, mengatakan, "Semua aksi terorisme terhadap orang-orang tak berdosa adalah hal yang keluar dari ajaran Islam."

Imam Ahmad Khatami, pemimpin utama shalat Jumat, menegaskan pandangan itu dalam khutbah migguannya, seperti dilansir skalanews.com.

"Islam tidak membolehkan siapapun untuk membunuh orang-orang yang tidak bersalah, apakah itu di Paris, Suriah, Irak, Yaman, Pakistan atau Afghanistan," katanya. Ia menambahkan bahwa ia "sangat mengutuk" pembunuhan besar-besaran di Paris itu. (*)

 

Post Top Ad