![]() |
| Sulistyaningsih |
LAMPUNG - Pihak Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menyatakan, situasi di Lampung Timur sudah kondusif, setelah sebelumnya hampir terjadi keribuatan antardesa.
"Situasi sudah kondusif, Polda Lampung pun telah mengirimkan 500 personel untuk melakukan pengamanan," kata Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih di Bandar Lampung, Selasa (13/1/2015). Dia mengatakan, peristiwa ini berawal dari tindak pidana pencurian yang berujung pembunuhan di Desa Raman Aji, Dusun 7, Kecamatan Raman Utara, Lampung Timur, pada Senin (12/1/2015).
Dua tersangka pencurian asal Desa Gedung Dalam, Kecamatan Batanghari Nuban, tewas dibacok ketika kepergok sedang mencuri.
Berawal dari peristiwa tersebut, sempat membuat panas dua desa, yaitu Desa Raman Aji dan Desa Gedung Dalam. Dua tersangka pencurian Erwinsyah alias Ipul (38) dan Tamrin alias Din Codet (48) mencuri di rumah Gatot, warga Desa Raman Aji, Dusun 7, Kecamatan Raman Utara, Lampung Timur. Saat itu Gatot yang sedang tertidur, tiba-tiba terbangun mendengar suara gaduh di samping rumah. Pemilik rumah melihat ada dua orang sedang mengangkut televisi dan satu unit laptop miliknya.
"Gatot lalu keluar melalui pintu depan meminta bantuan tetangga. Saat itu, ada tetangga Gatot bernama Edi yang sedang buang air kecil terlihat oleh Ipul dan Din Codet," jelas Sulis.
Ia mengungkapkan, karena kepergok sedang menggotong televisi, Ipul dan Din Codet membacok Edi pakai golok. Edi kemudian lari ke arah jalan dan bertemu dengan tetangganya Muslihudin. Kemudian, Muslihudin pun terlibat perkelahian dengan Ipul dan Din. Pada saat itu, terjadi perebutan golok antara Muslihudin dan dua tersangka pencurian.
"Muslihudin berhasil merebut golok dari tangan salah satu tersangka dan membacok Ipul dan Din. Keduanya pun tewas di tempat, sedangkan Edi dan Muslihudin mengalami luka bacok," ungkap Sulis.
Peristiwa ini pun terdengar oleh Polres Lampung Timur. Apabila dibiarkan bisa berbutut perang antarkampung. Kapolres Lampung Timur AKBP Juni Duarsyah pun mendatangi rumah Ipul dan Din.
"Kapolres datang untuk menenangkan pihak keluarga dan memonitor situasi. Kepolisian juga sudah menempatkan beberapa personel di tempat kejadian perkara (TKP)," ujar Sulis, seperti dilansir skalanews.com.
Dia melanjutkan, sampai dengan saat ini Polres sudah melakukan penyekatan agar tidak ada pergerakan massa Batanghari Nuban ke Raman Utara. Polres juga sudah menempatkan personel untuk menjaga keamanan Edi dan Muslihudin. Kepolisian berencana melakukan rembuk pekon yang melibatkan pemerintah daerah. (*)
