![]() |
| Shinzo Abe |
YERUSALEM -
Perdana Menteri (PM) Jepang, Shinzo Abe mengatakan para militan ISIS
agar membebaskan dua warganya yang ditawan sejak beberapa waktu ini. Di
sela kunjungangannya di Yerusalem seperti dikutip laman Channelnews Asia dan Aktual, Rabu (21/1/2015), Abe mengatakan jika Jepang tidak akan tunduk pada militan ekstrim.
"Kami tidak akan tunduk pada ISIS," tegas Abe. Ditamnbahkannya, masyarakat internasional juga mengutuk penculikan ini dan tidak akan mentolerir tindakan teroris seperti ISIS ini.
"Kami tidak akan tunduk pada ISIS," tegas Abe. Ditamnbahkannya, masyarakat internasional juga mengutuk penculikan ini dan tidak akan mentolerir tindakan teroris seperti ISIS ini.
"Kami juga mendapat dukungan negara sahabat agar tidak mentolerir tindakan teroris ISIS," demikian Abe.
Sebelumnya, kelompok bersenjata Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) yang menguasai
sebagian wilayah Irak dan Suriah, Selasa (20/1/2015), menyiarkan rekaman
video penyanderaan dua warga Jepang dan meminta tebusan sebesar 200
juta dolar AS kepada pemerintah Jepang.
Dalam rekaman tersebut,
seorang penyandera berpakaian hitam, tampak berdiri di daerah padang
pasir bersama dua pria yang bersimpuh mengenakan pakaian warna oranye.
Penyandera
tersebut mengatakan, bahwa rakyat Jepang hanya mempunyai waktu 72 jam
untuk menekan pemerintah mereka, agar menghentikan "dukungan bodoh"
kepada koalisi pimpinan AS yang melancarkan serangan militer kepada
kelompok ISIS.
"Kalau tidak, pisau ini akan menjadi mimpi buruk
bagi kalian," kata penyandera tersebut dalam bahasa Inggris, seperti
dilaporkan Reuters dan dilansir Skalanews. (*)
