Pemkot Bandar Lampung Siap Gelar Operasi Pasar - MEDIA ONLINE

Hot

Monday, January 19, 2015

Pemkot Bandar Lampung Siap Gelar Operasi Pasar

Herman HN

BANDAR LAMPUNG - Terkait kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako), Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung berencana melakukan operasi pasar, bekerjasama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Lampung.

"Untuk operasi pasar, kita menunggu dari bulog. Tapi kami akan tetap melakukan koordinasi," kata Wali Kota Bandar Lampung, Herman HN, Bandar Lampung, Senin (19/1/2015). Dia mengatakan, untuk sembako diperkirakan akan susah mengalami penurunan. Tetapi pihaknya akan tetap berupaya agar harga sembako tidak lagi mengalami kenaikan.

"Kalau sembako turun agak susah, tapi kita upayakan agar tidak naik. Misalnya harga cabe, kalau cabe langka pasti harganya naik," jelas wali kota. Namun, lanjut Herman HN, itu semua tergantung pada harga BBM. Jika sudah turun, tentunya harapan semua masyarakat harga sembako ikut turun.

"Tujuan dari operas pasar ini dalam rangka menstabilisasi dan untuk pengendalian harga, yang belakangan terakhir harga beras semakin tinggi," ujar wali kota.

Perlu diketahui, harga cabai rawit yang sejak akhir tahun 2014 hingga pertengahan Januari 2015 bertahan tinggi, pekan ini turun dari Rp80.000/kg ke Rp50.000/kg. Kemudian cabai merah besar yang sebelumnya bertahan sekitar Rp80.000/kg, pekan ini turun ke sekitar Rp55.000/kg.

Sementara, cabai rawit besar asal Pulau Jawa, yang oleh pedagang dan warga setempat sering disebut dengan cabai setan (karena pedasnya), sebelumnya mencapai sekitar Rp100.000/kg, meski sudah turun tapi masih bertahan cukup tinggi, yaitu sekitar Rp70.000/kg. Untuk harga bawang merah naik tipis dari Rp18.000/kg ke Rp20.000/kg, dan bawang putih dari Rp15.000/kg ke Rp17.000/kg.

Kenaikan itu, kata sejumlah pedagang setempat, antara lain karena banyaknya curah hujan, maka pengiriman barang agak terkendala, seperti banyaknya jalan rusak dan faktor pengeringan yang agak lambat, seperti dilansir Skalanews.

Di Provinsi Lampung, setiap menjelang perayaan hari-hari besar biasanya membutuhkan cabai merah lebih dari 10.000 ton, namun hanya tersedia sekitar 9.900 ton. Kekurangan kebutuhan itu selalu didatangkan dari daerah lain, terutama dari berbagai daerah di Pulau Jawa, serta beberapa daerah lainnya di Pulau Sumatera. (*)

 

Post Top Ad