BANDAR LAMPUNG - Pemukulan terhadap anggota polisi oleh sopir angkutan kota (angkot) kembali terjadi. Kali ini, anggota Satuan Lalu Lintas Polresta Bandar Lampung, Brigadir Dodi, menjadi korban. Dodi dipukuli oleh sopir angkot jurusan Tanjungkarang Telukbetung, pada Sabtu (10/1/2015) siang.
Berdasarkan pantauan di Polresta Bandar Lampung, polisi sudah menangkap tiga orang yang diduga memukuli Brigadir Dodi. Dari informasi yang beredar, pemukulan dilatarbelakangi tabrakan antara anggota polisi dengan sopir angkot.
Awalnya, sebuah mobil Mistubishi Pajero yang dikendarai seorang jaksa, bersenggolan dengan mobil angkot Telukbetung di Jalan Pangeran Diponegoro, Sabtu. Mobil Pajero tetap melaju, namun sopir angkot tersebut tidak terima. Sopir angkot mengejar dan memberhentikan mobil Pajero.
Terjadilah pertengkaran antara jaksa dan sopir angkot. Brigadir Dodi datang menengahi. Ternyata sopir angkot itu menelepon teman-temannya. Datanglah sekitar lima orang ke tempat tersebut. Mereka memukul Brigadir Dodi, seperti dilansir tribunlampung.co.id.
Sementara, pihak Polresta Bandar Lampung belum mau memberikan komentar, terkait kasus pemukulan anggota Satuan Lalu Lintas Polresta Bandar Lampung, Brigadir Dodi, oleh sopir angkutan kota (kota) dkk. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung, Komisaris Dery Agung Wijaya yang ditemui, belum mau memberikan keterangan.
Dari pantauan di Polresta Bandar Lampung, polisi menangkap tiga orang yang diduga terlibat pemukulan Brigadir Dodi. Tiga orang itu adalah Rifki Faisal, Iyan dan Andi. Pada saat itu ada Dery. Sebelumnya, Brigadir Dodi dipukuli sekitar tujuh orang.
Saat dikonfirmasi, Dery tidak mau memberi keterangan. Begitu juga dengan Kepala Bagian Operasional Polresta Bandar Lampung, Komisaris Fidelis. Dia mengaku belum tahu ada kasus pemukulan anggota polisi. (*)
