CILACAP -
Eksekusi mati lima terpidana di Pulau Nusakambangan Cilacap, Jawa
Tengah dalam hitungan menit. Belasan polisi tampak sibuk bersiap di
Dermaga Wijayapura, Cilacap.
Sekitar pukul 23.45 WIB, Sabtu (17/1/2015) dua mobil patwal dari polres Cilacap dan satu mobil Sabhara Polres Cilacap juga sudah mulai masuk ke dalam dermaga untuk bersiap dengan posisi mengarah ke pintu keluar.
Dimungkinkan kedua mobil tersebut akan digunakan untuk mengawal kendaraan ambulans yang nantinya akan keluar dari dalam pulau Nusakambangan.
Selain dua mobil patwal, sejumlah petugas kepolisian yang berjaga didalam dermaga juga sudah mulai bersiap. Beberapa di antaranya tampak sibuk dengan radio HT, seperti dilansir Detik.
Kelima terpidana mati yang dieksekusi di Nusakambangan yakni Marco Archer Cardoso Moreira (WN Brazil), Namaona Denis (WN Malawi), Daniel Enemuo alias Diarrassouba Mamadou (WN Nigeria), Ang Kiem Soei alias Kim Ho alias Ance Tahir alias Tommi Wijaya (WN Belanda) dan Rani Andriani alias Melisa Aprilia (WNI). (*)
Sekitar pukul 23.45 WIB, Sabtu (17/1/2015) dua mobil patwal dari polres Cilacap dan satu mobil Sabhara Polres Cilacap juga sudah mulai masuk ke dalam dermaga untuk bersiap dengan posisi mengarah ke pintu keluar.
Dimungkinkan kedua mobil tersebut akan digunakan untuk mengawal kendaraan ambulans yang nantinya akan keluar dari dalam pulau Nusakambangan.
Selain dua mobil patwal, sejumlah petugas kepolisian yang berjaga didalam dermaga juga sudah mulai bersiap. Beberapa di antaranya tampak sibuk dengan radio HT, seperti dilansir Detik.
Kelima terpidana mati yang dieksekusi di Nusakambangan yakni Marco Archer Cardoso Moreira (WN Brazil), Namaona Denis (WN Malawi), Daniel Enemuo alias Diarrassouba Mamadou (WN Nigeria), Ang Kiem Soei alias Kim Ho alias Ance Tahir alias Tommi Wijaya (WN Belanda) dan Rani Andriani alias Melisa Aprilia (WNI). (*)
