LAMPUNG -
Pemberantasan penyakit malaria, khususnya di Kabupaten Pesawaran yang
merupakan daerah endemis malaria di Lampung, menjadi perhatian serius
Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Lampung. Kepala Dinas Kesehatan
Provinsi Lampung, Reihana, mengatakan, pada tahun ini pihaknya akan
memberikan bantuan ribuan kelambu berinsektisida kepada warga
Pesawaran.
Hal
itu untuk menekan angka penyakit malaria di daerah endemis malaria
tersebut. Perkembangbiakan nyamuk anopheles penyebab malaria di
Pesawaran terdapat di sekitar Kecamatan Teluk Pandan, Padang Ccermin,
Marga Punduh dan Punduh Pedada.
"Selain pemberian kelambu, upaya pencegahan dengan fogging focus atau pengasapan akan tetap dilakukan, selain terus digalakkannya penyuluhan 3 M plus," ujar Reihana, seperti dilansir laman RRI, Jumat (16/1/2015).
Sebelumnya, Kabid Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, Aila Karyus, mengatakan, puncak musim penghujan yang diperkirakan akan terjadi di bulan Januari hingga Februari, perlu diantisipasi dengan memberikan penyuluhan 3 M plus untuk mengatasi malaria
"Berkembangnya nyamuk anopheles, bisa disebabkan habitat yang terbentuk karena proses alam dan juga campur tangan manusia, seperti normalisasi sungai dan tambak-tambak terlantar," jelasnya. Terhitung sejak Desember hingga Februari mendatang, pihaknya bersama puskesmas dan kecamatan telah melaksanakan Jumat bersih, 3 M plus dan PHBS. (*)
"Selain pemberian kelambu, upaya pencegahan dengan fogging focus atau pengasapan akan tetap dilakukan, selain terus digalakkannya penyuluhan 3 M plus," ujar Reihana, seperti dilansir laman RRI, Jumat (16/1/2015).
Sebelumnya, Kabid Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, Aila Karyus, mengatakan, puncak musim penghujan yang diperkirakan akan terjadi di bulan Januari hingga Februari, perlu diantisipasi dengan memberikan penyuluhan 3 M plus untuk mengatasi malaria
"Berkembangnya nyamuk anopheles, bisa disebabkan habitat yang terbentuk karena proses alam dan juga campur tangan manusia, seperti normalisasi sungai dan tambak-tambak terlantar," jelasnya. Terhitung sejak Desember hingga Februari mendatang, pihaknya bersama puskesmas dan kecamatan telah melaksanakan Jumat bersih, 3 M plus dan PHBS. (*)
