LAMPUNG - Terkait berita sumir yang mencuat di salah satu media harian lokal Lampung,
yang menyatakan jika rumah susun sewa sederhana mahasiswa (Rusunawa) di Universitas Lampung (Unila) menjadi tempat mesum, Kepala Rusunawa Unila, Suwarno Sadar, menyangsikan kejadian tersebut, mengingat ketatnya peraturan dan
pengawasan yang diterapkan pengelola.
“Di
sini (Rusunawa) juga banyak unit
kegiatan mahasiswa. Dan mereka satu sama lain sangat akrab. Mungkin
ditafsirkan oleh pihak luar berbeda. Tapi kalau sampai mesum saya rasa
tidak,” tegasnya, saat mendampingi Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan
Unila, Dr. Ir. Dwi Haryono, M.S., yang melakukan inspeksi mendadak
(sidak) di Rusunawa, Jumat (16/1/2015).
Kunjungan mendadak tersebut dilakukan guna menindaklanjuti rencana perbaikan menyeluruh Rusunawa. Dalam kesempatan itu Dwi mengecek langsung kondisi bangunan mulai dari sarana prasarana gedung, seperti kualitas cat dinding, fasilitas kamar mandi, hingga akses jalan menuju Rusunawa.
Kunjungan mendadak tersebut dilakukan guna menindaklanjuti rencana perbaikan menyeluruh Rusunawa. Dalam kesempatan itu Dwi mengecek langsung kondisi bangunan mulai dari sarana prasarana gedung, seperti kualitas cat dinding, fasilitas kamar mandi, hingga akses jalan menuju Rusunawa.
Dwi mengatakan, tahun ini pihaknya telah menganggarkan perbaikan menyeluruh di Rusunawa. "Tujuan saya ke sini agar didapat kesesuaian antara kebutuhan renovasi yang diperlukan, dengan besaran anggaran yang akan dialokasikan. Rehab akan kita lakukan tahun ini juga dengan anggaran sekitar Rp500 juta,” ujarnya di sela-sela sidak.
Usai melihat kondisi lapangan, Dwi menilai sejumlah sarana dan prasarana memang harus segera diperbaiki. Misalnya, melakukan pengecatan ulang gedung, memperbaiki pintu-pintu kamar maupun kamar mandi yang rusak, pengaspalan jalan ke Rusunawa, hingga pendirian pos bagi satuan pengamanan (satpam) yang berjaga di kawasan tersebut.
Menurut Dwi, proses renovasi ini akan berlangsung cukup panjang. Pasalnya setelah dilakukan inventarisasi kerusakan di lapangan maka perlu dilakukan proses pengadaan terlebih dahulu. Pihak rektorat akan melakukan pelelangan karena besar anggaran yang dialokasikan di atas Rp200 juta.
“Proses renovasi ini bisa sampai beberapa bulan. Tapi kita akan upayakan perbaikan ini tanpa harus mengusik atau mengganggu kenyamanan maupun aktifitas rutin penghuni yang ada di sini (Rusunawa),” ujarnya.
Selain
perbaikan sarana dan prasarana, di hadapan kepala rusunawa beserta
pengelola lainnya, Dwi meminta keamanan dan kebersihan di lingkungan
setempat ditingkatkan. Seperti penambahan personel satpam, tenaga
kebersihan, hingga memperketat tata tertib bagi seluruh penghuni
Rusunawa. Hal itu dilakukan untuk meminimalisasi hal-hal negatif yang
tidak diinginkan.
“Sudah kita buat aturan yang ketat saja masih kecolongan, apalagi kalau tidak dilakukan sama sekali,” tukas Dwi, seperti dilansir dari laman Unila.
Menindaklanjuti imbauan tersebut, Kepala Rusunawa Unila Suwarno Sadar menegaskan, pihaknya akan meningkatkan proses layanan, pengawasan, juga kebersihan di wilayah yang dikelolanya. Mengenai tata tertib sendiri, pihaknya telah memberlakukan aturan yang cukup ketat. Misalnya melakukan pembatasan jam berkunjung dan membatasi wilayah kunjungan bagi tamu.
“Di sini aturanya jelas. Tamu tidak boleh berkunjung ke kamar mahasiswa, hanya boleh di bawah. Apalagi membawa tamu yang berlainan jenis ke atas, itu sangat dilarang di sini. Semua itu terpantau oleh ketua senior, RT dan RW yang ada di sini,” terang dia. (*)
“Sudah kita buat aturan yang ketat saja masih kecolongan, apalagi kalau tidak dilakukan sama sekali,” tukas Dwi, seperti dilansir dari laman Unila.
Menindaklanjuti imbauan tersebut, Kepala Rusunawa Unila Suwarno Sadar menegaskan, pihaknya akan meningkatkan proses layanan, pengawasan, juga kebersihan di wilayah yang dikelolanya. Mengenai tata tertib sendiri, pihaknya telah memberlakukan aturan yang cukup ketat. Misalnya melakukan pembatasan jam berkunjung dan membatasi wilayah kunjungan bagi tamu.
“Di sini aturanya jelas. Tamu tidak boleh berkunjung ke kamar mahasiswa, hanya boleh di bawah. Apalagi membawa tamu yang berlainan jenis ke atas, itu sangat dilarang di sini. Semua itu terpantau oleh ketua senior, RT dan RW yang ada di sini,” terang dia. (*)
