Awas! Ruas Jalintim Lampung Berlubang, Rawan Kecelakaan - MEDIA ONLINE

Hot

Sunday, January 11, 2015

Awas! Ruas Jalintim Lampung Berlubang, Rawan Kecelakaan


LAMPUNG - Saat ini, ruas jalan lintas Timur (Jalintim) yang menghubungkan Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan, dalam kondisi rusak. Lubang-lubang menganga di tengah jalan, membuat para pengendara harus ekstra hati-hati karena rawan kecelakaan tunggal.

Dari pemantauan pada Minggu (11/1/2015), ruas jalintim yang rusak terlihat mulai dari Kecamatan Natar - Branti di Kabupaten Lampung Selatan. Sebagian lubang juga menyebar pada ruas Tegineneng hingga Gunung Sugih di Kabupaten Lampung Tengah. Lubang-lubang jalan juga terlihat di ruas Menggala - Unit II, Kabupaten Tulangbawang.

Kendaraan yang melintas, baik mobil pribadi maupun bus dan truk antarprovinsi Sumatera - Jawa terpaksa ekstra hati-hati, karena lubang jalan yang menganga sedalam 10 hingga 15 cm sering menjebak kendaraan saat melajut kencang. Belum terlihat tanda-tanda adanya perbaikan atau penambalan lubang jalan oleh pemerintah setempat.

Menurut Karsa, warga Menggala, lubang-lubang jalan sudah terjadi sejak hujan turun pada Desember tahun lalu. Kendaraan truk sarat muatan melintas menambah besar kerusakan jalan. 

"Kalau langsung ditambal lubangnya tidak melebar. Kalau begini banyak motor terutama yang terjebak lubang dan jatuh," ujar dia.

Ketua Komite Pemantau Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Indonesia (Komplain) Lampung, Mirwan Karim, mengatakan, saat ini kondisi jalan yang rusak berulubang di Lampung sudah mulai mengkhawatirkan keselamatan para sopir dan penumpang di jalan.

"Pemerintah daerah dan pusat harus segera memperbaiki jalan rusak, karena mengancam keselamatan pengendara. Kecelakaan tunggal akan terjadi bila jalan dibiarkan terus rusak dan lubang jalan kian mendalam," jelasnya.

"Kerusakan sudah merata di semua lini jalan nasional dan kabupaten/kota. Kami pantau sekitar 20 persen rusak. Ini rawan kecelakaan tunggal," tambah Mirwan, seperti dilansir republika.co.id.

Hingga hampir pertengahan Januari 2015 ini, belum ada tanda-tanda pemerintah akan memperbaiki atau menambal jalan-jalan yang sudah berlubang tersebut. Kerusakan jalan lebih dominan karena faktor kondisi cuaca hujan, ditambah dengan melintasnya kendaraan bermuatan lebih, yang berkontribusi merusak aspal jalan. (*)


Post Top Ad