![]() |
| Yanuardi (tengah). | ist |
MEDIA ONLINE - Kementerian Pertanian (Kementan) menuding tingginya harga bahan pangan menjelang puasa dan lebaran, akibat permainan spekulan di tingkat eceran.
"Bulan Juni dan Juli sebenarnya musim panen di Indonesia harusnya harga turun, harga di petani sebenarnya juga turun tapi di ritel, atau eceran masih tinggi. Dari data kami sebenarnya (kebutuhan pokok) masih mencukupi," kata Direktur Sayuran dan Tanaman Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Yanuardi dalam sebuah diskusi di Jakarta Pusat, Sabtu (04/06/2016).
Yanuardi bilang, akar permasalahan yang sebenarnya sangatlah sepele. Yakni, rantai pasok yang panjang membuat harganya mahal. Hanya saja, keterbatasan infrastruktur menghambat upaya memperpendek rantai pasok, seperti dilansir Inilah.
Untuk itu, kata Yanuardi, Kementan telah berupaya menambah jumlah produksi yakni dengan melakukan manajemen tanam. Seperti misalnya manajemen tanam pada bawang.
"Kami naikan 10 persen produksi dan kebutuhannya sudah kami hitung kebutuhan bawang di bulan Juni 81.157 kemudian Juli 89.615 itu kebutuhan di seluruh Indonesia. Kami merencanakan produksi itu bulan juni 126.130 di Juli 137.000 jadi ada upaya menaikan produksi supaya harga tidak tinggi," papar Yanuardi. (*)
