![]() |
| (ilustrasi/ist) |
MEDIA ONLINE - Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap puasa Ramadhan tiba, terutama pada hari pertama, kinerja PNS di lingkungan Pemkab Lampung Tengah, Provinsi Lampung menurun. Dengan alasan berpuasa, banyak yang mulai dari memilih absen, datang terlambat, membolos saat jam istirahat, hingga pulang kerja lebih awal.
Penelusuran di sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) sejumlah pegawai tampak baru tiba di kantornya antara pukul 08.30 hinggga 09.00. Kondisi ini lebih buruk lagi pada sejumlah SKPD yang di luar kompleks perkantoran, apalagi yang bertugas di sejumlah kantor camat dan kelurahan.
Sejumlah pegawai yang ditemui terpisah beralasan keterlambatannya itu merupakan penyesuaian terhadap peralihan kerja sebelum dan saat berpuasa.
“Maklum, lagi penyesuaian jadwal kerja yang baru. Besok dan seterusnya mudah-mudahan sudah biasa,” ujar pegawai Disdukcapil yang keberatan disebut identitasnya, seperti dilansir Lampost, Senin (6/6/2016).
Selain terlambat, banyak PNS yang sendiri-sendiri ataupun bersama-sama membolos kerja. Saat jam istirahat, sejumlah pegawai banyak yang mulai 'ngetem' di sekitar Tugu Pepadun. Mereka menunggu angkutan ataupun tumpangan, yang akan membawa mereka ke arah Bandarjaya, Punggur/Kotagajah, dan Bandar Lampung.
Seorang PNS yang ditemui mengakui hendak belanja ke Bandarjaya untuk keperluan berbuka. Namun, ketika wartawan menemui di tempat kerjanya, di salah satu bagian di lingkungan Sekretariat Pemkab Lamteng seusai jam masuk setelah istirahat, yang bersangkutan tidak berada di tempat.
Bahkan, para pegawai yang masih masuk kerja setelah jam istirahat juga memilih pulang sebelum jam kerja berakhir.
“Habis gimana, kawan-kawan saja sudah pulang pada jam istirahat tadi. Malah ada yang tidak masuk tanpa izin,” ujar pegawai Dinas Pertambangan yang takut disebut identitasnya.
Pemandangan yang sama juga terjadi di lingkungan SKPD yang lain, terutama yang tidak berada di kompleks perkantoran. Hal ini membuat warga yang hendak mengurus keperluan menjadi geram.
“Kesal lah. Saya mau ngurus KTP untuk anak saya. Harus ada tanda tangan lurah. Giliran saya ke kantor lurah petugasnya tidak ada. Katanya sudah pulang, ini baru pukul 14.00,” ujar Amir, warga Bandarjaya Barat. (*)
