Polisi Bantah Korban Mutilasi Anggota DPRD Bandar Lampung - MEDIA ONLINE

Hot

Monday, May 9, 2016

Polisi Bantah Korban Mutilasi Anggota DPRD Bandar Lampung

Bagus Adi Suranto (ist)

MEDIA ONLINE - Beredar isu jika Mr X yang dimutilasi lalu dibuang di Jeramba 2 Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Martapura, Sumatera Selatan, dan ditemukan warga pada April lalu adalah M Fansor, anggota DPRD Bandar Lampung. 

Namun hal itu dibantah oleh Kasat Reskrim Polres OKU Timur AKP Bagus Adi Suranto. Menurut dia, info tersebut tidak jelas dan tidak ada kesamaan korban mutilasi tersebut dengan M Fansor. 

"Belum jelas identitas Mr X tersebut. Dan katanya itu M Fansor juga tidak sinkron. Jadi belum kita temukan siapa sebenarnya Mr X yang dimutilasi ini. Kalau ada informasi yang valid akan saya kabari tentunya," kata Bagus, Senin (9/5/2016).

Diketahui, pada April lalu, warga menemukan mayat yang dimutilasi di Jeramba 2 dengan kondisi potongan kepala, lengan atas, dan tulang panggul di dua lokasi berbeda, seperti dilansir laman Sumeks.

Baca: Sadis! Mayat Diduga Anggota DPRD Bandar Lampung Dimutilasi

Sebelumnya diberitakan, setelah dikabarkan menghilang sejak dua pekan lalu, seorang anggota DPRD Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung bernama Muhammad Pansor dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bandar Lampung, diduga ditemukan telah menjadi mayat. Bahkan ironisnya, tubuh korban dimutilasi.

Polisi menemukan sebagian tubuhnya di daerah Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan (Sumsel). Saat dikonfirmasi, Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Lampung Kombes Zarialdi membenarkan hal ini.

“Betul, ada mayat tanpa identitas yang ditemukan di OKU dan diduga anggota dewan kota kita,” jelas dia, Minggu (8/5).

Menurut Zarialdi, pihaknya menerima kabar buruk ini dari Reskrimum Polda Sumsel. Pihaknya langsung menghubungi keluarga korban dan mengajak adik Pansor untuk mengidentifikasi mayat tersebut di RS Bhayangkara Polda Sumsel guna memastikan.

“Dari kumis serta ciri-ciri lain, adik korban mengatakan jika jenazah tanpa identitas yang kita temukan itu memang mirip kakaknya (Pansor),” terangnya.

Tetapi pihak kepolisian tidak ingin menduga-duga. Pada Selasa (10/5) mendatang pihak Polda Lampung akan membawa anak korban untuk melakukan tes DNA (deoxyribo-nucleic acid), untuk mengetahui susunan genetika si anak dengan mayat tersebut, seperti dilansir Radarlampung.

“Setelah tes DNA dilakukan segalanya akan jelas. Tunggu saja,” kata Zarialdi. (*)

Post Top Ad