![]() |
| Muhammad Pansor (ist) |
MEDIA ONLINE - Hasil tes DNA mayat mutilasi yang diduga anggota DPRD Bandar Lampung Muhammad Pansor dari PDIP, baru diketahui beberapa hari lagi.
Namun aparat hukum dari Kepolisian Daerah (Polda) Lampung mengaku telah mengetahui identitas pelaku pembunuhnya, jika DNA yang diuji di Laboratorium Mabes Polri itu positif adalah Muhammad Pansor.
Penyelidikan yang dilakukan Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Lampung dan Sumatera Selatan itu juga mengaku telah mengetahui motif hilangnya anggota Komisi 3 DPRD Bandar Lampung itu.
“Dari hasil penyelidikan tim, kita telah mengantongi motif dari kasus hilangnya Pansor yang dilaporkan oleh keluarganya,” ujar Dirkrimum Polda Lampung Kombes Zarialdi saat ditemui di Lapangan Saburai, Kamis (12/5/2016).
Bahkan pihaknya juga telah mendapatkan beberapa identitas yang diduga pelakunya.
“Pelaku sudah ada, tapi saya tidak bisa sebut dan tidak bisa cerita. Sudah ada berapa orang yang dicurigai dan dua motif penyebab kematiannya,” sebut Zarialdi.
Ia mengatakan, tim yang berkerja melakukan penyelidikan tersebut sudah maksimal. Bahkan, pihaknya dalam penyelidikan dan mencari fakta menggunakan sistem IT, manual, lidik serta analisa.
”Saat ini tim masih kerja. Saya juga tidak bisa menerangkan lebih jauh. Pokoknya sudah ada yang dicurigai dan motifnya juga jelas dan ada. Data suda lengkap semua, tinggal memastikan lagi jika DNA yang diuji di Laboratorium Mabes Polri itu positif (Pansor), maka tidak akan susah mengungkapnya,” sebut Zarialdi.
Ia juga mengakui jika pola mainnya sudah profesional dan sangat rapi.
”Sangat luar biasa, hebat. Ini pola mainnya sudah canggih. Mainnya sudah diatur sedemikian rupa. Tunggu saja. Semuanya pasti akan jelas,” tegasnya.
Namun Zarialdi enggan memaparkan lebih lanjut tentang keberadaan kendaraan dan barang-barang pribadi Pansor yang dibawa saat terakhir meninggalkan rumahnya.
“Untuk mobil dan telpon genggam milik Pansor, saya tidak bisa menjelaskannya. Tim masih bekerja di lapangan,” jelasnya, seperti dilansir lampungonline.id.
Sementara ketika ditanyakan terakhir kali Pansor terlihat, Zarialdi menuturkan, sebelum hilang, Pansor sempat pamitan kepada keluarga hendak pergi mengikuti rapat di Jakarta dengan mengendarai mobil. Namun Zarialdi tidak mau membeberkan jenis mobil yang dibawa Pansor. Setelah itu, tutur dia, pihak keluarga kehilangan kontak dengan Pansor.
“Sample darah kering dan suam gigi dari anak dan istri Pansor juga sudah ada di Mabes. Jadi tunggu saja hasilnya. Nantinya semua akan jelas. Untuk tim yang ada di Polda Sumsel, masih membantu penyelidikan terkait hilangnya Pansor dengan penemuan mayat di OKU Timur tersebut,” jelas Zarialdi. (*)
