MEDIA ONLINE - Seorang turis asal Cina, dibunuh di Hongkong setelah menolak membeli di sebuah toko perhiasan. Pria bernama Miao, 54 tahun, dari Heilongjiang itu tewas dikeroyok sejumlah pelayan toko perhiasan D2. Gara-garanya, Miao enggan membeli barang yang ditawarkan karena menganggap harganya terlalu mahal.
"Empat orang ditangkap atas tuduhan pembunuhan setelah diduga mengeroyok seorang turis Cina hinga tewas. Ia dikeroyok karena menolak untuk membeli item di toko perhiasan," kata polisi, seperti yang dilansir Shanghai Daily dan Tempo, Sabtu (24/10/2015).
Menurut penyelidikan polisi, Miao, menolak untuk melakukan pembelian di toko perhiasan D2 dan berdebat tentang hal itu dengan pemimpin kelompok tur. Menurut beberapa anggota kelompok tur, empat orang pelayan toko lantas menyeret Miao keluar dari toko dan memukulinya. Korban tergeletak tidak sadarkan diri di jalanan pusat belanja ketika polisi tiba. Saat itu para penyerang telah melarikan diri di lokasi kejadian.
Seorang saksi mata yang sekaligus anggota tur mengatakan bahwa pemandu wisata mereka juga terlibat. "Pemandu wisata kami telah memperingatkan bahwa jika kami tidak membeli apa-apa, tiket akan dirobek. Kami dipaksa untuk tinggal di toko dari jam 8 sampai 12 dan kami tidak dibiarkan pergi."
Seorang saksi juga mengatakan bahwa barang-barang untuk dijual di toko D2 Perhiasan dengan harga sekitar 8 kali harga pasar. Saksi lain mengatakan bahwa para penjual secara brutal melecehkan pelanggan dalam membeli perhiasan di toko tersebut. (*)
"Empat orang ditangkap atas tuduhan pembunuhan setelah diduga mengeroyok seorang turis Cina hinga tewas. Ia dikeroyok karena menolak untuk membeli item di toko perhiasan," kata polisi, seperti yang dilansir Shanghai Daily dan Tempo, Sabtu (24/10/2015).
Menurut penyelidikan polisi, Miao, menolak untuk melakukan pembelian di toko perhiasan D2 dan berdebat tentang hal itu dengan pemimpin kelompok tur. Menurut beberapa anggota kelompok tur, empat orang pelayan toko lantas menyeret Miao keluar dari toko dan memukulinya. Korban tergeletak tidak sadarkan diri di jalanan pusat belanja ketika polisi tiba. Saat itu para penyerang telah melarikan diri di lokasi kejadian.
Seorang saksi mata yang sekaligus anggota tur mengatakan bahwa pemandu wisata mereka juga terlibat. "Pemandu wisata kami telah memperingatkan bahwa jika kami tidak membeli apa-apa, tiket akan dirobek. Kami dipaksa untuk tinggal di toko dari jam 8 sampai 12 dan kami tidak dibiarkan pergi."
Seorang saksi juga mengatakan bahwa barang-barang untuk dijual di toko D2 Perhiasan dengan harga sekitar 8 kali harga pasar. Saksi lain mengatakan bahwa para penjual secara brutal melecehkan pelanggan dalam membeli perhiasan di toko tersebut. (*)
