Peneliti Temukan Jejak Kehidupan Vampir di Antara Manusia - MEDIA ONLINE

Hot

Thursday, April 2, 2015

Peneliti Temukan Jejak Kehidupan Vampir di Antara Manusia


CALIFORNIA – Vampir kerap kali muncul menjadi tokoh utama dalam cerita film. Dikenal sebagai sosok penghisap darah manusia vampir dianggap hanya merupakan tokoh mitos yang diciptakan legenda. Namun, benarkah vampir hanyalah sosok khayalan?

Dilansir laman Science Alert dan Okezone, Kamis (2/4/2015), John Edgar Browning, peneliti asal Georgia Institute of Technology di Amerika Serikat, melakukan studi etnografik untuk menemukan spesies vampir di wilayah New Orleans dan Buffalo, Amerika Serikat. Hasilnya, ia menemukan fakta bahwa vampir hidup di sekeliling manusia.

Menurut John, vampir-vampir tersebut tidak mudah ditemukan, namun saat seseorang berhasil melacak mereka, pada vampir ternyata tidak sejahat yang dibayangkan. Dalam penelitian itu, ia mengungkapkan vampir hidup biasanya hidup secara kolektif dan bergabung dengan manusia yang mengetahui jati diri mereka.

Masih menurut jurnal yang ditulis John, meski diklaim nyata, vampir bukanlah sosok bertaring dan kelelawar jadi-jadian yang selama ini digambarkan. Browning menulis vampir tersebut merupakan manusia yang mengalami perubahan alami sehingga mereka secara biologi membutuhkan darah manusia atau hewan, serta menyerap energi psikis dari para donor.

Biasanya, perubahan tersebut akan terjadi setelah masa pubertas, perubahan itu terjadi karena tubuh para vampir ini tidak mampu memproduksi energi yang mencukupi kebutuhan hidup. Itulah sebabnya, terkadang vampir mengambil energi dari donor manusia lain.

Browning juga menyebut dirinya telah bertemu sekira 35 vampir nyata di New Orleans dan bahkan diklaim dapat berubah menjadi dua kali lipat. Mereka medapat asupan dan secara psikis mengambil energi dari orang lain dengan menggunakan tangan atau pikiran mereka.

Setelah para peminum darah ini merasa cukup berenergi, mereka mampu bertahan hidup dengan makanan manusia normal seperti buah-buahan, ikan, dan sayuran. Layaknya manusia normal, para vampir juga merupakan warga negara yang sah, merek juga menikah, bercerai, dan bahkan menjadi orang tua. (*)

Post Top Ad