LAMPUNG - Kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) saat ini tengah gencar diberitakan oleh media-media sekuler barat, sebagai kelompok yang menakutkan dan berbahaya. Belasan WNI yang dikabarkan hilang dan juga bergabungnya orang-orang untuk masuk dalam kelompok ISIS, saat ini menjadi bahan pemberitaan besar yang terus diangkat oleh media luar maupun lokal.
Mengangkat bahasan soal ISIS di wilayah Lampung, Danrem 043/Gatam Kolonel Arm.Winarto M,Hum diundang khusus oleh TVRI Lampung dalam program dialog 'Tamu Hari Ini', pada Kamis (2/4/2015). Pada acara yang disiarkan langsung itu, Danrem 043/Gatam tampil sebagai narasumber yang menjelaskan terkait persoalan ISIS.
Hadir sebagai pembicara lainnya yaitu Direktur Intel Polda Lampung Drs. Marudud Hutabarat dan Kadis Kominfo Provinsi Lampung Ir. Ahmad Chrisna Putra NR.M.EP. Pada kesempatan itu, Danrem 043/Gatam menjelaskan terkait bahaya ISIS yang identik dengan kekerasan dan aksi terornya. Lebih dari itu beliau menjelaskan juga terkait gerakan yang menggunakan aksi-aksi kekerasan yang memaksakan, sebagai gerakan yang berbahaya.
"Syari'ah dan khilafah merupakan bagian dari ajaran Islam. Tapi dalam perjuangannya menuju ke sana, tidak boleh menggunakan cara-cara yang dilarang di dalam Islam, seperti melakukan kekerasan, teror dan melakukan paksaan," tegas Danrem Winarto, seperti dalam rilis yang dikirim Kepala Penerangan Korem 043/Gatam Lampung Mayor (Inf) CH Prabowo ke redaksi Lampung Online, Jumat (3/4/2015).
Danrem juga menjelaskan sebab sebagian orang tertarik kepada ISIS. Dikatakan Danrem, orang-orang yang tertarik tersebut adalah orang-orang yang rindu untuk diterapkannya hukum-hukum Allah SWT. Mereka itu tertarik pada apa yang dibawa oleh ISIS, yaitu khilafah sebagai institusi negara yang menerapkan syariat Islam.
"Meraka bukan tertarik oleh kelompok ISIS-nya tersebut. Orang-orang yang ikut bergabung ke ISIS itu tahu akan wajibnya syariah dan khilafah. Namun sayangnya, semangat mereka itu tanpa dibarengi dengan pemahaman yang benar, terkait dengan makna syar’i dari khilafah itu sendiri. Juga metode untuk mendirikannya," terang Danrem Winarto.
"Pemberitaan yang berlebihan oleh media sekuler terkait ISIS merupakan bagian dari kampanye hitam mereka kepada Islam. Kita semua harus tahu siapa musuh kita sebenarnya. ISIS sengaja untuk memecah belah umat Islam dan isu ini bisa dimanfaatkan oleh mereka sesuai dengan kepentingan mereka," tambah dia.
Untuk itu, Danrem Winarto mengajak kepada seluruh masyarakat Provinsi Lampung, agar jangan terpengaruh dengan hal-hal yang bertentangan dengan agama dan norma hukum yang berlaku. (ruslan)
