JAKARTA - Setelah adanya kepastian terkait dukungan pendanaan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebesar Rp 390 miliar, proses konstruksi proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bandar Lampung akan segera dimulai.
Sekretaris Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Rina Agustin menyatakan, pihaknya belum dapat melaksanakan proses lelang investasi, meskipun Kemenkeu telah memberikan persetujuan terkait pemberian dukungan kelayakan atau viagibility gap funding (VGF) untuk proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bandar Lampung ini.
Itu karena surat persetujuannya belum diterima oleh pihak Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK).
"Surat persetujuan VGF belum diterima PJPK. Lelang baru bisa dilaksanakan kalau surat persetujuan dari Kemenkeu sudah diterima PJPK," kata Rina, Selasa (31/3/2015).
Dia menjelaskan, proses prakualifikasi atau praqualification (PQ) untuk proyek tersebut sebenarnya sudah dilaksanakan sejak tahun 2012 lalu dan ada empat konsorsium yang dinyatakan lolos PQ.
Keempat konsorsium itu antara lain adalah Water Konsorsium (Hyundai Engineering and Construction, Itochu Corporation and PT Potum Mundi Infranusantara); Abeima and PT Wijaya Karya Persero Tbk; Acuatio and Mitsubishi Corporation; serta Manila Water and Great Giant Pineaple Co.
"Proses PQ memang sudah dilakukan, yang belum itu adalah proses permintaan pengajuan proposal kepada para peserta yang lolos PQ agar segera menyampaikan proposalnya," ujar Rina.
Lebih lanjut dia menegaskan, PJPK memiliki wewenang dalam proses pemilihan badan usaha. Mengenai kepastian waktu terkait pelaksanaan proses konstruksi. Dia memperkirakan proses pembangunan fisik proyek SPAM dengan skema KPS ini belum bisa dilaksanakan pada pertengahan tahun ini.
"Namun pemerintah berjanji akan berupaya mempercepat proses lelang, agar proses konstruksi bisa tetap dilaksanakan pada akhir tahun ini," jelas Rina, seperti dilansir Bisnis.
Sementara, Kepala BPPSPAM Tamin M. Zakaria mengatakan, pemerintah perlu memberikan VGF untuk proyek SPAM ini, karena proyek tersebut dinilai kurang layak secara finansial. Sehingga dibutuhkan adanya dukungan kelayakan dari pemerintah, agar para investor tertarik untuk terlibat dalam pembangunan proyek tersebut.
"Berdasarkan ketentuan dari Kemenkeu, pemberian VGF untuk proyek SPAM ini ialah sebesar 45% dari total biaya invetasi. Adapun, biaya investasi yang dibutuhkan untuk proyek SPAM Bandar Lampung ini sebesar US$100 juta dan kapasitas air bersih mencapai 500 liter/detik," terangnya. (*)
