MESUJI - Pasca-pemulangan sejumlah pengikut program umroh gratis beberapa waktu lalu, hingga kini 30 warga di Provinsi Lampung belum juga kembali ke rumah mereka. Hingga kini 30 orang itu tak juga muncul. Seperti diberitakan, belakangan diketahui jika program tersebut adalah fiktif atau penipuan. Bahkan diduga mereka akan diberangkatkan untuk bergabung menjadi anggota ISIS.
Dari jumlah itu, 21 orang diantaranya adalah warga Kabupaten Mesuji dan sisanya adalah warga Kabupaten Tulang Bawang.
Menurut seorang perwakilan keluarga, Nuryanto, di Kabupaten Tulang Bawang, terdapat 18 warga yang menjadi pengikut umroh gratis. Namun baru sembilan diantaranya yang kembali ke kediaman mereka.
Adapun kesembilan warga yang belum pulang itu adalah warga Desa Dwi Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Agung, yang berasal dari tiga keluarga berbeda yakni keluarga besar Karim (53 tahun), keluarga besar Sudirwan (60 tahun) dan keluarga besar Sukis (60 tahun).
"Kami sudah resah, kenapa mereka tak kunjung pulang. Sudah hampir sebulan tak ada kabarnya," ujar Nuryanto yang merupakan menantu Karim.
Senada diungkapkan Rozali, perwakilan dari keluarga Sukis. Dia juga mengaku mengkhawatirkan nasib keluarganya. Rozali berharap ada upaya dari pemerintah untuk bisa mengembalikan keluarga mereka.
"Hingga kini kami tidak mengetahui keberadaan ketiga anggota keluarga kami yang mengikuti program umroh gratis itu," jelasnya, seperti dilansir Viva.
Berikut ini adalah daftar warga Tulang Bawang yang belum kembali, Karim (60 tahun) dan istrinya Siti Romlah (48 tahun), keluarga Sukis (60 tahun) dan istri, Sulasmini (53 tahun) yang juga mengajak cucunya yang masih berusia 11 tahun bernama Linda.
Keluarga besar Sudirwan (60 tahun) berikut istrinya bernama Sutini (55 tahun), dan dua anaknya, masing-masing Apriyadi (19 tahun) dan Dina (11 tahun). (*)
